KARENA tidak mampu membeli beras, sejumlah keluarga miskin di beberapa daerah di Indonesia bertahan hidup dengan makan nasi aking. Aking adalah nasi sisa yang dijemur dan dikeringkan. Bila ditanak, nasi aking akan berwarna kekuningan dengan rasa hambar. Apa boleh buat, sejak harga beras melambung di atas Rp 4.000 per kilogram makanan pokok itu jadi barang mewah yang tak terbeli. Sementara nasi aking hanya 1000-1500 rupiah per kilogram, atau pemberian gratis dari tetangga.
The post Neoliberalisme dan Lingkaran Setan Kemiskinan appeared first on Islampos.
0 Response to "Neoliberalisme dan Lingkaran Setan Kemiskinan"
Post a Comment