Jakarta, Aktual.co — Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra Ucok Sky Khadafi meminta kepada presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencabut laporan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh tersangka Mohammad Arsyad (MA) melalui akun media sosial facebook.
Menurut Ucok, Jokowi tidak tahu rasa terimakasih kepada rakyat yang telah mengantarkannya menjadi Presiden.
“Kalau tidak mencabut laporan ini, Jokowi benar-benar sudah tidak tahu mengucapkan rasa terima kasih buat orang miskin dan susah,” ujar Ucok kepada Aktual.co, Jumat (31/10),
Dia sangat menyayangkan sikap orang nomor satu di Republik ini yang tega menjebloskan rakyatnya ke jeruji besi. “Hal ini sangat memalukan, karena Presiden begitu teganya memasukan orang yang tidak punya kekuasaan apa pun ke penjara,” sambung Ucok.
Ucok menambahkan, seharusnya Jokowi bisa belajar dari presiden-presiden sebelumnya yang mampu berlaku bijak dalam menyikapi kritikan dari masyarakat.
“Belajar dari presiden Abdul Rahman Wahid (Gusdur) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selalu memanfaatkan perbuatan rakyat bila dinyatakan bersalah,” tutupnya.
Seperti diketahui, seorang tukang tusuk sate Arsyad ditangkap dan ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri berdasarkan laporan Politisi PDIP Hendri Yosoningrat pada Kamis, 27 Juli 2014.
Dia dipolisikan lantaran diduga melakukan pencemaran nama baik dan mengunggah gambar editan telanjang (porno) berwajah Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke media sosial Facebook.
Atas perbuatannya, Muhammad Arsad disangkakan melanggar UU Pornografi dengan Pasal Pornografi sesuai UU Nomor 44 Tahun 2008 dengan ancaman 12 Tahun Penjara. Tak hanya itu Polri juga melapisi dengan UU KUHP Pasal 310, 311 soal pencemaran nama baik. Fadlan Syiam Butho – Jum’at, 31-10-2014 16:00/ aktual.co
Presiden Jokowi 100 Persen Maafkan MA
Sabtu, 01-11-2014 17:07
Saat menemui Presiden, kedua orang tua MA ditemani sejumlah pengacara, sedangkan Jokowi ditemani antara lain Ibu Negara Iriani.
Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo memaafkan 100 persen MA, tersangka kasus penghinaan dan penyebaran pornografi di dunia maya melalui media sosial yang dimanipulasi dengan menaruh wajah presiden ketujuh RI itu dalam gambar yang disebarluaskan tersebut.
“Saya memaafkan 100 persen,” kata Presiden Jokowi, kepada wartawan setelah menerima orang tua dan kerabat MA yang ingin memohon maaf secara langsung kepada Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Sabtu (1/11).
Presiden Jokowi juga mengemukakan bahwa di era keterbukaan seperti saat ini alangkah pentingnya untuk menambahkan rasa saling menghormati antarsesama manusia.
Sebagaimana diketahui, kedua orang tua MA secara khusus mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Jokowi secara langsung, guna meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukan anak mereka di dalam internet.
Kedua orangtua MA, yaitu Mursida dan Syafrudin, diterima Presiden Jokowi sekitar pukul 15.00 WIB. Datang pukul 14.30 WIB. Mursida yang berjilbab biru dan Syafrudin yang memakai peci itu sama-sama mengenakan baju batik.
Sebelum menemui Presiden Jokowi, Mursida mengemukakan bahwa maksud kedatangan mereka untuk meminta maaf kepada Presiden Jokowi atas perbuatan yang dilakukan MA.
Saat menemui Presiden, kedua orang tua MA ditemani sejumlah pengacara, sedangkan Jokowi ditemani antara lain Ibu Negara Iriani.
Sebagaimana diberitakan, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo yang sudah ditahan pihak Mabes Polri akan dikenakan pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
“Pasal yang dikenakan adalah pasal 29 pornografi, ancaman hukuman 12 tahun penjara,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigjen Kamil Razak di Mabes Polri, Rabu (29/10).
Kamil mengatakan pelaku “bully” dengan inisial MA ditangkap setelah ketua tim kuasa hukum Joko Widodo, Henry Yosodiningrat melaporkan perbuatan tersangka berinisial MA ke pihak kepolisian pada 27 Juli 2014 kemudian MA ditahan pada Kamis, 23 Oktober 2014.
(Ant/ aktual.co)
(nahimunkar.com)
'Penjarakan Tukang Sate, Fitra: Jokowi Tak Tau Terima Kasih' dapat dibaca di Nahimunkar.com.
0 Response to "Penjarakan Tukang Sate, Fitra: Jokowi Tak Tau Terima Kasih"
Post a Comment