AntiLiberalNews - Aparat kepolisian membunuh salah seorang pengunjuk rasa dalam demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/11) malam. Terkait insiden yang dipicu oleh kebijakan kontroversialnya tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapinya dengan “cuek”.
“Itu kan sebenarnya urusan di kepolisian,” kata Presiden Jokowi, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11) seperti dikutip Inilah.
Pengamanan aksi, kata Presiden, tidak hanya kepolisian. Tapi biasanya ada bantuan dari aparat TNI. “Ada TNI yang melakukan tugas pembantuan,” lanjut Jokowi.
Diketahui, korban meninggal akibat tertabrak water cannon polisi tersebut adalah Muhammad Arif alias Ari Pepe (27 tahun), yang sebelumnya sempat dirawat di RS Ibnu Sina.
Red : Wijat
0 Response to "Polisi Bunuh Pengunjuk Rasa yang Tolak Kenaikan BBM, Jokowi “Cuek”"
Post a Comment