Ditolak Di Berbagai Tempat, Masih Ada yang Tetap Putar Film Senyap

KIBLAT.NET, Kediri – Di tengah keprihatinan masyarakat atas pemutaran film The Look of Silent atau Senyap, sejumlah aktivis muda Nahdlatul Ulama di Kota Kediri, Jawa Timur, tetap menggelar nonton bareng (nobar) yang dibarengi dengan diskusi.


Taufik Al Amin, aktivis muda NU yang aktif sebagai pengajar di salah satu kampus di Kota Kediri, beralasan nobar dan diskusi film Senyap adalah bagian dari kegiatan rutin Paguyuban Lintas Masyarakat (Palem), sebuah perkumpulan yang memiliki konsentrasi pada hal-hal berkaitan dengan Hak Asasi Manusia, hak bernegara, dan kebebasan dalam merayakan keberagaman.


Taufik menjelaskan, dengan segala muatan yang ada dalam film Senyap, kegiatan nobar tidak dimaksudkan untuk membuka luka lama pihak-pihak yang merasa terlukai. “Nobar ini kita gelar tidak secara terbuka untuk masyarakat umum. Pengkonsumsi film ini pastinya teman-teman yang memiliki kepedulian untuk mendiskusikannya juga,” jelasnya.


Sebelumnya, pada Rabu (10/12/2014) malam, warga dan Ormas mendatangi warung Kelir yang dijadikan salah satu tempat pemutaran. Mereka meminta panitia segera menghentikan pemutaran film tersebut. Saat di lokasi, salah satu anggota ormas, Haris Budi Kuncahyo berteriak-teriak mencari panitia. Ia meminta panitia menghentikan pemutaran film tersebut.


“Mana panitia? Saya minta pemutaran film ini dihentikan!” teriak pria bersorban putih itu.


Ia mendesak agar panitia menghentikan pemutaran film itu. Ia menilai pemutaran film tersebut akan melupakan sejarah kekejaman PKI pada tahun 1965. “Dalam film ini ada proses rekonsiliasi antara keluarga korban dan keluarga pelaku. Mereka saling memaafkan. Itu sama saja melupakan sejarah kekerasan PKI pada waktu itu,” ujarnya.


Menurutnya, kekejaman PKI pada 1965 tidak patut untuk dimaafkan. “Sejarah, kalau kejam ya kejam. Saya tidak takut pada PKI. Negara ini negara Pancasila yang selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila. Film ini tidak menyesatkan, tapi akan melupakan kekejaman komunis,” katanya.


Selain di warung Kelir, rencana pemutaran film Senyap di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya juga dibatalkan pada Rabu (10/12) malam. Film The Look of Silent menjadi kontroversi dalam beberapa hari terakhir, karena muatannya dinilai bermuatan isu komunisme. Bahkan media sosial berbasis video Youtube memblokir akses ke film tersebut.


Sumber: Okezone
Penulis: Qathrunnada


The post Ditolak Di Berbagai Tempat, Masih Ada yang Tetap Putar Film Senyap appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ditolak Di Berbagai Tempat, Masih Ada yang Tetap Putar Film Senyap"

Post a Comment