KIBLAT.NET, Bahgdad — Ulama Syiah Irak dan pemimpin gerakan Sadr, Muqtada Al-Sadr, pada Kamis (11/12) memerintahkan Brigade Perdamaian untuk bersiap melawan Daulah Islamiyah (ISIS), yang baru-baru ini berhasil menguasai desa-desa di sekitar Samarra. Dia memerintahkan persiapan itu dilakukan dalam waktu 24 jam.
“Karena kondisi yang luar biasa dan bahaya yang mengancam kota suci Samarra dari pasukan ‘teroris’, pemimpin kami Al-Sadr telah memerintahkan Brigade Perdamaian untuk bersiap dalam 24 jam untuk berjihad,” kata Abu Doaa Al-Issawi, wakil Al-Sadr yang dimuat situs berita Irak Al-Sumaria.
Sebanyak 10 anggota pasukan keamanan Irak dan delapan orang lainnya terluka saat terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan pejuang Daulah di kawasan Mkeshifah dan Azzalayah, pada hari Rabu. Sejumlah anggota pasukan keamanan juga tewas dan terluka dalam dua insiden bom di wilayah Bodor, utara Samarra.
Bulan Juni lalu Al-Sadr mengumumkan pembentukan Brigade Perdamaian untuk membela tempat-tempat suci Syiah. “Saya tidak bisa berdiam diri atau tetap diam saat kita melihat bahaya mengancam tempat suci kita. Oleh karena itu kami benar-benar siap untuk berkoordinasi dengan instansi pemerintah untuk membentuk Brigade Perdamaian, untuk membela kesucian kami dengan syarat bahwa mereka mengikuti perintah langsung dari kami dan tidak dari instansi pemerintah,” kata Al-Sadr.
Sumber : Middleeastmonitor
Penulis : Imam S.
The post Kota Suci Syiah Terancam, Al-Sadr: Saya Tak Bisa Diam Diri appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Kota Suci Syiah Terancam, Al-Sadr: Saya Tak Bisa Diam Diri"
Post a Comment