JAKARTA, muslimdaily.net – Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan saat ini dentang waktu telah mendekati penghujung tahun 2014. Bahkan, sisa hari pun dapat dihitung dengan jari untuk tiba di penghujung tahun dan memulai awal tahun baru di penanggalan Masehi. Perjalan waktu juga menjadi penghantar capaian kerja seseorang atau sebuah lembaga menuju destinasi kesuksesan.
Seperti halnya Dompet Dhuafa. Sebagai organisasi nirlaba milik masyarakat, Dompet Dhuafa setiap tahunnya juga memiliki target dan capaian untuk memberdayakan kaum dhuafa. Sejak 21 tahun silam, tepatnya pada tahun 1993, Dompet Dhuafa memulai kiprahnya untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa melalui dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf) dan juga dana lainnya dari perorangan, kelompok, maupun perusahaan.
Konsistensinya untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa, alhamdulillah Dompet Dhuafa terus mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk mengelola dan mentasarufkan dana ZISWAF. Pada tahun 2014 ini, penghimpunan dana sosial dari masyarakat hingga Oktober 2014 tercatat Rp 195.747.776.914,- dan ini juga menunjukkan grafik peningkatan dari penghimpunan dana setiap tahunnya dikisaran 10% – 15%.
“Kami bersyukur masih dipercaya masyarakat sebagai lembaga penerima zakat terbesar di Indonesia. Belum lama ini juga menerima penghargaan Mitra Bakti Husada Tahun 2014 dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia atas kiprah Dompet Dhuafa dalam mendukung keberhasilan pembangunan bidang kesehatan. Selain itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla juga mendukung program-program Dompet Dhuafa yang diungkapkan dalam audiensi langsung di kantor Wapres bulan lalu,” ujar Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini.
Untuk pentasarufan dana, Dompet Dhuafa menggedepankan empat pilar pemberdayaan yang diantaranya adalah bidang Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan dan Pengembangan Sosial. Dengan mengedepankan empat pilar tersebut, maka pentasarufan akan lebih maksimal, tepat sasaran dan tentu memuliakan penerima manfaatnya.Hingga Oktober 2014, jumlah penerima manfaat dari program-program Dompet Dhuafa mencapai 1.071.160 orang yang tersebar kedalam empat pilar tersebut. Untuk rinciannya adalah Bidang Ekonomi: 584.064 orang (55%), Bidang Kesehatan: 205.628 orang (19%), Bidang Pendidikan: 52.874 orang (5%) dan Bidang Sosial Development: 228.594 orang (21%). Untuk sebaran penerima manfaatnya, Dompet Dhuafa sudah menjangkau 33 provinsi di Indonesia dan juga menjangkau 17 negara.
Di sepanjang tahun 2014 ini, Dompet Dhuafa mengusung tema besar “Indonesia Move On” yang di dalamnya juga memuat filosofi-filosofi dan semangat untuk memberdayakan, serta memakmurkan sesama. Menurut data capaian di atas, program ekonomi mencatatkan penerima manfaat paling banyak ketimbang tiga pilar lainnya. Hal tersebut terkait adanya beberapa program andalan seperti Pertanian Sehat Indonesia, Kampung Ternak Nusantara dan Masyarakat Mandiri. Sedangkan di bidang kesehatan, Rumah Sehat Terpadu (RST) juga menjadi salah satu program unggulan Dompet Dhuafa.
“Saya juga meyakini bahwa penghimpunan dana yang terus meningkat menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat kepada Dompet Dhuafa yang harus terpelihara dan terjaga dengan baik. Meskipun ukurannya adalah seberapa banyak penerima manfaat, namun ukuran keberhasilan utama Dompet Dhuafa adalah seberapa besar kemampuan program-programnya mengubah kaum dhuafa menjadi lebih baik dan berdaya. Sehingga memastikan agar dana yang disalurkan berdampak nyata, bukan sekedar tersampaikan,” tambah Ahmad Juwaini.
Sehingga menjadi kepuasan tersendiri dapat berperan dalam mengentaskan kemiskinan di negeri tercinta ini. Dengan catatan tren kemiskinan yang terus menurun, hingga Maret 2014 jumlah penduduk miskin tercatat hanya 28,28 juta jiwa atau 11,25 persen total penduduk tanah air. Namun Dompet Dhuafa ingin terus menekan angka kemiskinan serendah mungkin, bahkan menghapusnya dengan program-program unggulan yang ada.
“Untuk tahun 2015, Dompet Dhuafa ingin terus menguatkan pemberdayaan di bidang ekonomi. Karena setiap objek yang kami lihat, cenderung hanya dikembangkan potensi sosial dan budayanya saja, nah kini Dompet Dhuafa ingin lebih melakukan pendekatan pada sektor ekonomi. Seperti contohnya desa binaan Dompet Dhuafa di kawasan Jampang, Parung, Bogor, yang dikembangkan menjadi desa wisata berbasis silat. Sehingga nantinya pengunjung akan dikenakan biaya untuk turut menggerakkan perekonomian di sana. Model tersebut nantinya juga akan kami kembangkan di sejumlah daerah, sehingga perekonomian bangsa terus membaik,” pungkasnya.
0 Response to "Laporan Kinerja Dompet Dhuafa 2014 dalam Menyalurkan Himpunan Dana"
Post a Comment