DETIKISLAM.COM – Betapa herannya seorang ibu yang tidak sengaja mampir ke sebuah akun yang menawarkan obat aborsi. Bahkan di beberapa akun lain yang senada, menambahkan kata bergaransi untuk obat yang mereka jual. Tidak lupa mereka juga melengkapi dengan obat aborsi versi herbal. Sudah seperti obat batuk saja. Penjualan obat aborsi ternyata bukan hanya bebas di dunia maya, tetapi juga bebas di dunia nyata. Bahkan di beberapa apotek dan supermarket juga dijual bebas. Maraknya obat aborsi bukan berarti aman mengkonsumsinya. Sudah banyak korban berjatuhan, meregang nyawa akibat dari obat aborsi.
Mengapa obat aborsi yang belum tentu itu aman banyak diminati oleh remaja? Bahkan remaja usia SMP, SMA dan kuliah, merupakan konsumen obat aborsi yang paling banyak. Mereka mengesampingkan nyawa dan hidupnya, demi menghilangkan bayi dalam kandungannya. Pergaulan remaja sekarang, sungguh sangat mengerikan. Dalam kitab pergaulannya namanya pacaran, TTM, HTS dan yang lainnya menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Bersenang-senang, dugem merupakan sunah yang sangat dianjurkan. Didukung dengan tontonan remaja yang semuanya memupuk remaja untuk berfikir ke arah liberal. Sehingga tidak heran jika kualitas remaja yang dihasilkan sistem itu seperti sekarang. Remaja yang tahunya hanya ngeseks, berfoya-foya, malas, hidupnya penuh dengan angan-angan, dan tidak memiliki kecemerlangan berfikir.
Mengenai banyaknya kasus meninggal akibat aborsi baik minum obat, maupun dengan mendatangi dukun, ada upaya dari sebagian pihak untuk mengusahakan pelegalan aborsi. Upaya ini dilakukan dengan tujuan menekan kematian akibat aborsi.
Solusi tersebut merupakan solusi yang sangat tidak tepat dan membahayakan. Tingginya angka kematian akibat aborsi adalah hasil dari pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas. Sehingga akses menuju seks bebas itulah yang seharusnya ditutup. Bukan dengan melegalkan aborsi yang justru akan meningkatkan pelaku seks bebas karena merasa aman.
Pemerintah tidak boleh tinggal diam terhadap maraknya penjualan obat aborsi tersebut. Bisa dengan memberi sanksi terhadap pelaku penjualan obat. Sekaligus menutup segala akses yang bisa menjadi jalan para remaja untuk melakukan pergaulan bebas. Memberi sanksi yang keras dan tegas untuk pelaku zina.
Sebagaimana solusi Islam yang memberikan cambuk 100 kali untuk pelaku zina ghoiru mukhson (yang belum menikah) dan rajam sampai mati untuk pelaku zina yang sudah menikah. Maka hukuman tersebut akan mempunyai efek jera. Dan terpeliharalah kehormatan para wanita.
Supaya efektif maka solusi pencegahan juga harus dilakukan. Berupa menghilangkan konten porno pada segala bentuk tayangan (elektronik, cetak dan internet). Pengharusan setiap laki-laki dan perempuan yang keluar rumah untuk menutup aurotnya dan menghilangkan tabbarujnya (berhias yang berlebihan), penghapusan segala bentuk acara yang berbau hura-hura dan ikhtilat (bercampurnya laki-laki dan perempuan). Menindak tegas pelaku khalwat (berduaan laki-laki perempuan).
Setiap wanita yang melakukan perjalanan harus disertai dengan mahramnya. Kehidupan khusus komunitas wanita terpisah dari komunitas pria. Hubungan yang terjadi antara pria dan wanita hendaknya pada batas-batas umum seperti hubungan muamalat bukan khusus seperti ngobrol, atau curhat. Tapi sungguh solusi yang demikian terasa mustahil dilakukan jika dalam bingkai kehidupan yang serba liberal seperti sekarang. Sehingga solusi tuntas untuk masalah pergaulan generasi kita ada pada tegaknya sistem Islam dalam bingkai Khilafah.[]Oleh: Heny Satika, S.Pd.I (Pendidik SD Alam Mutiara Umat Tulungagung)
0 Response to "Maraknya Obat Aborsi Pemicu Seks Bebas"
Post a Comment