AntiLiberalNews - Sebagai sebuah inisiatif untuk mendorong anak-anak muda agar istiqomah dan memberi mereka harapan, sekelompok Muslim lanjut usia (lansia) Suriah di Ghouta telah membentuk kelompok pejuang Islam yang disebut “Batalyon Lansia”. Kelompok itu dibentuk di kota Der Salman di Timur Ghouta, dekat ibukota Damaskus.
Haj Abu Mahmud, pemimpin batalion, mengatakan kepada Zaman Alwasl pada Selasa (16/12) bahwa hanya pria Muslim berusia di atas 60 tahun yang diizinkan bergabung ke batalion.
Dia menambahkan bahwa yang dia inginkan dari pembentukan batalyon ini adalah untuk mendorong para pemuda Muslim Suriah yang masih ragu-ragu untuk bergabung dengan Jihad, selain membantu pejuang Muslim yang putus asa untuk bertahan, karena mereka telah terlibat dalam pertempuran untuk waktu yang sangat lama dan jauh dari kehidupan normal.
Abu Mahmud mengakui bahwa Batalyon Lansia lebih condong kepada sebuah simbol daripada efektivitas dalam pertempuran, tapi ia merasa bahwa Jihad adalah kewajiban moral dan agama untuk semua Muslim yang mampu mengangkat senjata dan berperang. “Saya tidak ingin tinggal di rumah seperti orang tua lainnya di usia saya, anak dan cucu saya telah dibunuh oleh rezim Suriah, saya akan melakukan tugas saya selama saya bisa bertarung.”
Abu Karam Al-Syazari, juru bicara media kelompok Mujahidin Omar – yang mengawasi Batalyon Lansia – berkata kepada Zaman Alwasl: “para pejuang tua itu sangat dihormati dan dihargai, kita merasa malu terhadap diri kita sendiri jika kita berpikir untuk menyerah ketika kita melihat orang-orang setua ayah atau kakek kita memegang senjata dan berjuang berdampingan dengan kita.”
Sumber : Zaman Alwasl
Red : Wijat
0 Response to "Muslim Lansia Suriah Bentuk Kelompok Pejuang Islam"
Post a Comment