KIBLAT.NET, Depok – Pengamat Terorisme Dr. Sholahudin menilai kelompok jihadis di Indonesia tidak lagi menganggap negerinya sebagai prioritas operasi jihad. Kini, para jihadis sudah mulai beralih ke Suriah.
“Sekarang ini para “teroris” menganggap jihad di Indonesia tidak lagi prioritas, namun mereka melihat jihad di Syria lebih utama,” ujar penulis buku “Dari NII sampai JI” ini di hadapan pengurus cabang NU se-Jawa dan Sumatera di Aula Masjid Al-Hikam, Depok, Ahad, (07/12).
Dia mencontohkan, pada malam tahun baru 2013 saat penangkapan “teroris” jaringan Anton di Ciputat. Polisi mendapatkan pengakuan Anton, bahwa dana ratusan juta hasil fa’i dari sebuah Bank BRI Panongan, Tangerang. Menurutnya, sebagian dari dana itu digunakan untuk membiayai jihad ke Suriah.
“Makanya setelah selesai pengepungan, polisi menemukan beberapa buah paspor. Jadi, mereka menggunakan sebagian dana untuk berangkat ke Syria” jelas pria yang juga aktif di Center For Terrorim and Social Conflict Studies UI ini.
Lebih dari itu, orang kepercayaan Sidney Jones ini menyatakan, saat ini 100 orang lebih warga Indonesia sudah berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS dan Jabhah Nusrah. Menurutnya, mayoritas mereka bergabung dengan ISIS dibandingkan dengan Jabhah Nusrah. Alasannya pertama, ISIS dipandang paling komitmen dalam penegakan Syariat Islam.
“Kalau Jabhah Nusrah menguasai suatu daerah, mereka terlebih dahulu mengedukasi masyarakat, setelah itu secara bertahap baru menerapkan Syariat Islam. Tapi, kalau ISIS ketika menguasai suatu daerah tanpa ragu langsung menerapkan Syariat Islam. Sehingga dianggap ISIS lebih komitmen oleh pendukungnya,” beber Sholahudin.
Kedua, ISIS dianggap representasi dari khilafah minhajin Nubuwwah. Ada sebuah hadist yang mengatakan bahwa Khilafah akan kembali tegak di muka bumi setelah runtuhnya para tiran di tanah Arab. Para pendukung ISIS menganggap fenomena Arab Spring dengan jatuhnya rezim otoriter di timur Tengah sebagai bagian dari ramalan yang disebut di dalam hadist tersebut.
“Dan salah satu tanda khilafah ala minhajin nubuwwah akan dipimpin oleh keturunan Quraisy. Nah, kebetulan Abu Bakar Al-Baghdadi selaku Amir ISIS, mengklaim dirinya keturunan Nabi SAW,” ujar Sholahudin.
Daya tarik Suriah bagi para jihadis, lanjut Sholahudin, juga dipicu oleh hadist-hadist nubuwwah akhir zaman. Hadis-hadis tersebut banyak menyebutkan bahwa Suriah akan menjadi medan pertempuran terakhir umat manusia atau al Malhamah Kubro.
“Di sanalah akan terjadi peperangan antara Imam Mahdi dengan Dajjal. Mereka sangat meyakini itu.
Apalagi, tambah Sholahudin dalam salah satu hadist dikatakan orang-orang yang akan membantu Imam Mahdi membawa panji-panji hitam. Sedangkan salah satu simbol ISIS adalah panji hitam. Sehingga para pendukung ISIS menganggap ISIS sebagai representasi pasukan Imam Mahdi.
“Jadi, ada mesianisme (ajaran Kemahdian.red) sebenarnya di sini. Sehingga kenapa dukungan terhadap ISIS cukup kuat dari kelompok-kelompok jihad di Indoneisa, Jadi ada dua alasan, pertama karena melihat ISIS paling komitmen menegakkan Syariat Islam dan ISIS dianggap khilafah ala minhajin Nubuwwah, dan alasan kedua soal messianisme. tandasnya.
Reporter: Bilal
Editor: Fajar Shadiq
The post Pengamat Sebut Indonesia Tak Lagi Dianggap Prioritas Jihad oleh Jihadis appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Pengamat Sebut Indonesia Tak Lagi Dianggap Prioritas Jihad oleh Jihadis"
Post a Comment