Pengungsi Muslim Suriah Menderita dalam Musim Dingin

Pengungsi Suriah di Desa Al Marj, Lembah Bekaa, Lebanon. ( Foto EPA) AntiLiberalNews - Dengan hanya bermodalkan selimut untuk melindungi mereka dari angin dingin dan hujan, keluarga Abu Ali berlindung di sebuah tenda tipis di Libanon. Mereka ada diantara ribuan pengungsi Muslim Suriah yang menderita saat musim dingin tiba kali ini.


Abu Ali yang berusia 60 tahun itu kini relatif aman setelah menyelamatkan diri dari ancaman kelompok Daulah Islam (IS) di provinsi Raqqah, Suriah utara, namun beberapa dari 14 anak-anaknya sudah menderita batuk berat.


Mereka berlindung di sebuah kamp tidak resmi di As-Sadiyah, sebuah desa di bagian timur Lembah Bekaa yang menampung puluhan ribu pengungsi Muslim Suriah.


“Ini adalah musim dingin pertama kami di sini. Kami benar-benar tidak berharap untuk menjadi begitu dingin,” kata Abu Ali pada Jumat (26/12) seperti dilansir Zaman Alwasl.


“Kami tidak punya sobia, tidak ada pemanas bagi kami,” katanya. Sobia sendiri adalah tungku khas Timur Tengah tradisional bertenaga diesel atau kayu.


“Semua yang kita miliki adalah selimut dan rahmat Allah,” kata Abu Ali.


Red : Wijat


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengungsi Muslim Suriah Menderita dalam Musim Dingin"

Post a Comment