Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa air. Hal ini benar adanya. Fungsi air sangat vital bagi kehidupan, tak hanya sebagai penghilang haus, air memiliki fungsi penting untuk kesehatan, daya ingat, dan stamina.
Fungsi vital air ini sering kali dilupakan oleh manusia, padahal kekurangan air 1% dari berat badan saja sudah dapat menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh.Masih banyak yang lupa minum bila beraktivitas di ruangan ber-AC.
Setiap hari tubuh kehilangan cairan (diantaranya melalui urin dan keringat) sebanyak dua liter, karena itulah disarankan agar orang dewasa sehat mengonsumsi minimal 2 liter air atau setara dengan 8 gelas air dalam sehari.
Terlebih saat menjalankan ibadah puasa, konsumsi air dalam jumlah cukup terkadang sangat sulit terpenuhi karena perut sudah penuh dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi, sehingga konsumsi air seakan tersampingkan. Akibatnya pola makan sehat dan seimbang pun sangat sulit dipenuhi saat berpuasa.
Selama berpuasa, tubuh manusia mengalami perubahan pola konsumsi karena pembatasan waktu makan dan minum. Apabila hal ini tidak diwaspadai, tubuh akan kekurangan carian dan gizi, sehingga tubuh rentan terkena penyakit. Sebab itu, dianjurkan agar tetap minum air putih minimal 8 gelas sehari. Air yang dimaksud disini adalah benar-benar air putih bukan berupa produk lain, meskipun sama-sama cairan.
Berikut ini ada tips untuk menyiasati agar kebutuhan air tetap tercukupi. Yaitu pola konsumsi air 2+4+2. Pola konsumsi air 2+4+2 dapat diasosiasikan sebagai tabungan asupan air jelang puasa esok harinya. Pola dimaksud disini yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat berbuka.
Namun meskipun disarankan untuk mengkonsumsi 4 gelas saat malam, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya secara langsung. Namun dibagi pada sebelum, saat, dan setelah makan malam hingga menjelang tidur. Sehingga perut tidak terasa penuh oleh air.
0 Response to "Cara Tepat Mengatasi Kekurangan Cairan Saat Puasa"
Post a Comment