KIBLAT.NET, Damaskus – Musim dingin kembali membunuh bayi Suriah di tengah bayang-bayang kesulitan hidup dan ancaman rezim Bashar Assad. Ahad (11/01), setidaknya tiga bayi dan seorang lansia membeku akibat tidak memiliki saran untuk menghangatkan tubuh.
Lembaga Pengawas HAM Suriah melaporkan, korban pertama merupakan bayi berumur dua hari. Bayi kecil itu meninggal di kamp pengungsi di lingkungan Al-Firdaus di selatan Aleppo. Seorang lansia di kota yang sama juga dilaporkan meninggal akibat kedinginan.
Dua bocah lainnya meninggal di kamp pengungsi di Ghoutah, pedesaan Damaskus. Keduanya merupakan anak di bawah usia lima tahun.
Perlu diketahui, wilayah Ghoutah merupakan wilayah yang berada di bawah pengepungan rezim Suriah. Kebutuhan pokok dan obat-obatan sangat sulit di dapatkan di wilayah yang pernah mengalami serangan kimia itu. Di sisi lain, serangan udara Suriah terus menghujani wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan jaringan HAM Suriah, sampai saat ini sudah 27 pengungsi baik di dalam maupun di luar Suriah meninggal akibat cuaca dingin. Tenda-tenda pengungsi yang mereka tempati tidak cukup menghangatkan tubuh mereka.
Musim dingin menjadi ancaman kedua bagi warga Suriah di pengungsian, setelah kekejaman Bashar Assad. Setiap tahun Suriah mengalami musim dingin di akhir hingga awal tahun.
Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef
The post Lagi, Bocah Suriah Membeku di Kamp Pengungsi appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Lagi, Bocah Suriah Membeku di Kamp Pengungsi"
Post a Comment