KIBLAT.NET, Istanbul – Pemimpin baru Koalisi Nasional untuk Revolusi dan Pasukan Oposisi Suriah (SNC), Khalid Khuwaijah, Senin (05/01), mengumumkan penolakannya atas inisiatif Rusia yang akan mempertemukan oposisi dan rezim di Moskow Januari ini. Ia mengatakan bahwa dialog tersebut penuh dengan tanda tanya.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Istanbul beberapa jam setelah ia terpilih menjadi ketua SNC menggantikan Hadi Al-Bahrah. Ia menambahkan akan menerima inisiatif tersebut jika bertujuan melengserkan Bashar Assad dari kursi presiden.
“Kami tidak bisa duduk satu meja dengan rezim, kecuali dalam kerangka negoisasi yang bertujuan mencapai transisi damai untuk pemerintahan (baru) dan pembentukan otoritas penuh di tubuh transisi,” ujar Khuwaijah.
Rusia yang merupakan sekutu utama Bashar Assad minggu lalu mengundang rezim dan 28 tokoh oposisi Suriah bertemu di negaranya. Pertemuan yang rencananya digelar akhir bulan ini itu untuk membahas negoisasi damai dalang rangka menyelesaikan konflik di Suriah.
Di antara tokoh yang diundang Rusia adalah dua mantan ketua SNC, Muadz Al-Khotib dan Hadi Al-Bahrah. Sebelum muncul inisiatif ini, kedua tokoh oposisi itu berkunjung ke Moskow memenuhi undangan pemerintah Rusia.
Belum jelas apakah para tokoh oposisi Suriah itu akan memenuhi undangan Moskow tanpa payung kepala SNC baru tersebut.
Khalid Khawaijah ditetapkan sebagai pemimpin baru SNC pada Senin pagi setelah meraih 56 suara, dari total 109 anggota NSC yang memberikan suara. Ia unggul tipis dari rivalnya Nasr Al-Hariri, yang mendapat mendapatkan 50 suara.
Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef
The post Pemimpin Baru Oposisi Suriah Tolak Inisiatif Rusia appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Pemimpin Baru Oposisi Suriah Tolak Inisiatif Rusia"
Post a Comment