AntiLiberalNews - Agar dapat diterima dalam masyarakat Perancis, Anda harus percaya pada “laïcité,” yang terjemahan secara harfiahnya adalah “sekularisme”.
Melalui proses integrasi ini, kaum muda Muslim dipaksa untuk memilih antara agama atau kesuksesan di tempat kerja atau sekolah mereka.
“Saya merasa seperti saya harus melepaskan jati diri saya. Jadi, apakah saya harus datang ke sekolah yang kosong?” ujar Maroi (18 tahun), mahasiswi Muslimah Perancis, kepada The International Business pada Kamis (22/1).
“Ketika saya memakai hijab saya, saya hanya merasa begitu baik.”
Maroi dihadapkan dengan kenyataan ini ketika ia mencoba untuk mendaftar di universitas Lycée Emile Dubois. Saat pendaftaran, ia mengenakan hijab dan langsung diminta untuk melepasnya.
Tak hanya itu, rektor universitas tersebut kemudian keberatan dengan roknya karena panjang dan berwarna hitam.
“Saya mengatakan kepadanya: Saya tidak mengerti piagam (tata tertib) Anda, saya selalu memakai rok saya ke sekolah,” kata Maroi kepada rektor dalam pertemuan dimana ayahnya hadir.
“Kemudian dia mengambil paspor dan berkata, ‘Saya pernah ke Afghanistan, saya pernah ke Qatar. Ketika istri saya pergi ke sana, dia harus memakai hijab. Jadi, ketika Anda berada di Republik Perancis, Anda (harus) menghormati hukum (sekuler),” tambahnya. [OnIslam]
0 Response to "Sekulerisme Resahkan Muslim Perancis"
Post a Comment