SENYUMLAH KEPADA KELUARGAMU

Alangkah indahnya hidup jika setiap insan mampu tersenyum dalam menghadapi setiap keadaan, baik itu keadaan buruk maupun keadaan baik. Tersenyum merupakan bentuk ekspresi kita dalam meluapkan keadaan hati, namun biasanya seseorang tersenyum hanya jika ia dalam keadaan baik saja. Padahal dalam keadaan kurang baik pun, tentunya senyum dapat mengurangi rasa stres dan tekanan hidup yang ada pada diri kita.


Senyuman yang benar-benar murni lillahi Ta’ala ditunjukkan khususnya kepada anak, istri, dan orangtua. Dari rumahlah nampak ‘keaslian’ sebuah senyuman tidak jarang senyuman itu diiringi akhlak-akhlak indah yang lainnya. Dari persaksian sang keluargalah seseorang lebih mudah diketahui akhlak aslinya ketimbang dari kesaksian konsumen atau kustomernya! Dari persaksian anak istrilah seorang suami lebih mudah dikenal karakternya. Dari kesaksian ibu kandungnyalah karakter seorang anak biasanya lebihvalid diketahui. Kaidah mengetahui akhlak diri kita


Kaidah tersebut adalah :


ﺃﻥ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﻤﺮﺃ ﺗﻌﺮﻑ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻨﻪ ﺧﺎﺭﺟﻪ


Bahwa hakikat (akhlaq) seseorang lebih banyak diketahui di dalam rumahnya daripada di luar rumahnya”.


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


ﺧﻴﺮﻛﻢ ﺧﻴﺮﻛﻢ ﻷﻫﻠﻪ، ﻭ ﺃﻧﺎ ﺧﻴﺮﻛﻢ ﻷﻫﻠﻲ


Sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik akhlaknya terhadap istrinya dan aku adalah orang yang terbaik akhlaknya terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi 3895 dan Ibnu Majah 1977 dari Ibnu Abbas dan dishahih kan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah 285).


Hadits ini menjadi dasar kaidah di atas “bahwa hakikat (akhlaq) seseorang lebih banyak diketahui di dalam rumahnya daripada di luar rumahnya”. Dalam hadits ini disebutkan bahwa orang yang terbaik adalah orang yang paling baik akhlaknya terhadap orang yang terdekatnya, yaitu istrinya. Maka ketika sang suami sanggup tetap sabar berakhlak yang baik terhadap istrinya atau orang terdekat dari anggota rumah yang lainnya (misalnya anak dan orangtua), maka itu pertanda bahwa akhlak yang baik itulah akhlak aslinya. Itulah hakikat karakter aslinya.


Sebab yang kedua, karena pada umumnya kebanyakan manusia menghabiskan waktu terbanyak dalam berinteraksi di dalam rumahnya. Adapun di luar rumahnya seseorang berinteraksi dengan teman kantornya sebatas jam kantor saja, berinteraksi dengan dosen dan teman kuliahnya sebatas jam kuliah saja, namun seseorang berinteraksi dengan keluarganya belasan jam lamanya dalam setiap harinya, maka ketika seorang suami sanggup tetap sabar berakhlak yang baik terhadap istri, anak atau orangtuanya dalam waktu yang lama, ini menandakan bahwa akhlak yang baik itulah akhlak aslinya. Itulah hakikat karakter aslinya.


Sebagai makhluk sosial, menjalin hubungan baik dengan sesama manusia adalah salah satu tugas pokok manusia. Allah SWT menciptakan manusia yang beranekaragam dengan tujuan untuk saling mengenal. Mengenal dalam arti menjalin komunikasi dan silaturahim yang baik antar umat. Salah satunya bisa diwujudkan dengan menebar senyuman. Jika terhadap keluarga sendiri berakhlaq baik dengan menyebar senyum. Mestilah kita lakukan itu juga dalam kehidupan sehari-hari kita di tempat yang lainnya. [RF/islampos/dakwahmedia.com]


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SENYUMLAH KEPADA KELUARGAMU"

Post a Comment