Wanita Malam, Dulu dan Kini

Apa yang langsung muncul dipikiran kita ketika mendengar ‘wanita malam’? Pasti tidak jarang diantara kita yang langsung berpikir, wanita malam adalah wanita nakal yang menjajagan tubuh, keluar masuk diskotik, penggila minuman keras, hingga perusak rumah tangga orang lain. Atau bagi yang mau sedikit saja berpikir agak jernih, menganggap wanita malam adalah mereka yang bekerja malam hari, misalnya sebagai bartender di bar, atau jadi barista di café kopi yang biasanya buka malam hari dan sebagain besar pengunjungnya, bukan mereka yang tergolong baik-baik. Intinya tetap sama, sebutan wanita malam itu tidak cukup membanggakan untuk dipandang.


Inilah pergeseran makna yang mulai kita nikmati dan biasakan. Hal ini dimulai dari banyaknya wanita yang terbiasa beraktifitas malam hari, dimana hal ini melebihi jam normal pada umumnya (pulang larut malam misalnya). Lebih miris lagi, kini masyarakat pun mulai terbiasa menoleransi hal ini. Alasannya, demi kebutuhan, yang penting halal.


Padahal, istilah wanita malam ini dulu dilekatkan kepada para wanita mulia. Para wanita yang menjauhkan lambungnya dari tempat tidur. Para wanita istimewa yang selalu bangun malam untuk menghidupkan malam-malam mereka. Bermunajat kepada Robb-nya, menghamba dan meminta.


Dahulu wanita malam adalah gelaran yang mulia karena khusuknya ibadah di waktu malam. Ada suatu kisah seorang wanita malam yang begitu mulia, dia adalah istri Hubaib Abu Muhammad Al Farasy, seorang nisaul lail yang biasa begadang di malam hari.


Al Husain bin Abdirrahman berkata: “Sebagian sahabta kami bercerita kepadaku, ia mengatakan: “Istri Hubaib, yakni Ummu Muhammad mengatakan bahwa ia terjaga pada suatu malam sedangkan suaminya tidur, lalu ia membangunkannya pada waktu sahur seraya mengatakan, “Bangunlah Hubaib wahai suamiku, sebab malam telah berlalu dan siang pun tiba, sedangkan dihadapanmu ada jalan yang panjang dan perbekalan yang sedikit. Para khafilah orang-orang shalih di depan kita, sedangkan kita dibelakang.”


Pergeseran moral telah merubah sudut pandang kita tentang wanita malam. Sebutan yang awalnya untuk wanita mulia nan istimewa, kini berubah untuk wanita yang cenderung menjauh dari Robb-nya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wanita Malam, Dulu dan Kini"

Post a Comment