Apa Bedanya Maksiat di Semua Tempat?

Ada sebuah kisah unik dari seorang lelaki salafush shalih. Ketika seorang wanita jelita menawarkan diri dan merayu manja untuk berzina dengannya, ia tidak menolak.


“Baik, tapi aku yang menentukan tempatnya…”, ajunya.


Dia pun berjalan dan wanita itu mengikutinya dengan tawa karena merasa berhasil memperdaya seorang ‘ulama.


Ternyata, sang alim membawanya ke Masjidil Haram, bahkan ke samping Ka’bah!


“Buka pakaianmu dan berbaringlah!”, perintah si ‘alim sambil membelakanginya.


“Apa? Di sini?” tanya si wanita bingung.


“Ya, apa bedanya semua tempat? Bukankah di rumahmu Allah tetap tahu dan di sini pun ia menyaksikan perbuatan kita?” jawabnya tenang.


Si wanita menangis, ia menyesal dan bertaubat malam itu juga.


Allah berfirman,”Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dan kami mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf: 16)


Entah sadar atau tidak Allah selalu melihat kita dimanapun kita berada. Apapun yang kita lakukan tak akan luput dari-Nya. Tapi tidak semua menyadari kalau Allah sedang mengawasi dan malaikat sedang merekam tingkah laku kita. Kita ini bagaikan artis dan aktor yang setiap orang punya peran utama masing-masing, berakting di depan kamera sang malaikat. Buktinya sebagian orang yang tidak sadar yaitu seperti banyaknya kasus kriminalitas, korupsi, seksualitas, dan lain sebagainya.


Adakah kisah yang sama seperti ulama salaf itu pada zaman ini, diajak berzina oleh lawan jenisnya? Jawabannya tentu ada. Bedanya kasus saat ini lebih banyak yang menjerat kalangan anak muda. Apalagi remaja yang sudah mengenal namanya pacaran. Tidak lagi memiliki rasa malu lagi, serasa dunia ini milik mereka berdu.


Pacaran adalah salah satu alasan mereka untuk menghalalkan yang bukan mahramnya. Pertama mengaku pegangan tangan saja, namun ujung-ujungnya terjerumus pada bertemunya farji.


Banyak yang masih dengan menggunakan seragam sekolah berkhalwat (berduaan, bahasa kerennya mojok). Bahkan tanpa malu mengumbar kemesraan di depan umum, foto berdua seperti orang yang sudah nikah, lalu dipajang di Facebook, Twitter, atau BBM.


Hal yang paling ekstrim adalah ketika melakukan zina di tempat umum, bahkan dilihat banyak orang disana tanpa rasa malu. Seperti kasus dua karyawan di Selandia Baru yang melakukan zina di sebuah kantor, dilihat banyak pengunjung klub malam di seberang kantor tersebut pecan kemarin. Lantas kesadaran mereka terhadap Allah dimana? Allah mereka tempatkan dimana?


Mungkin jika semua orang menyadari Allah mengawasi kita, tidak ada wanita yang keluar rumah tanpa mahramnya. Orang-orang takut melakukan tindakan yang dilarang agama, semuanya menegakkan syariat Islam. Kedamaian jiwa pun pastinya tercipta.


Semoga kita termasuk orang-orang yang menyadari bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan dan mengawasi gerak gerik kita walaupun kita sembunyi ditempat yang tidak dilihat oleh orang lain. Sebab Allah sangat dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat leher kita.


Allahumma amin


Della Herawati, S.Pd.I.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Bedanya Maksiat di Semua Tempat?"

Post a Comment