Hadapi Kemungkinan Operasi Darat, Daulah Bangun Parit dan Benteng

KIBLAT.NET, Mosul – Daulah Islamiyah atau yang lebih dikenal ISIS beberapa waktu terakhir dilaporkan memperkuat benteng dan menambah kekuatan militer di pintu masuk kota Mosul. Langkah itu ditempuh untuk menghadapi kemungkinan operasi darat besar-besaran yang diumumkan koordinator koalisi AS baru-baru ini.


Menurut keterangan saksi mata, seperti dilansir almokhtsar.com, Rabu (25/02), ISIS beberapa bulan terakhir tengah mempersiapkan pertempuran tersebut. Mereka membangun garis pertahanan kuat untuk menghalau segala kemungkinan serangan darat terhadap Mosul. Sebagian besar pos dan penjagaan militer di dalam kota Mosul dikurangi dan dipindahkan ke pintu masuk kota yang dikontrolnya itu.


Akan tetapi, tambah saksi mata, di tengah mempersiapkan pertahanan, ISIS masih terus melancarkan operasi penyerangan di wilayah Utara Iraq. Mereka masih terus berupaya memperluas wilayah meskipun tengah mempersiapkan kemungkinan serangan darat besar-besaran.


Saksi mata tersebut menunjukkan, di antara benteng yang dibuat ISIS untuk mempertahankan kota Mosul dengan membuat parit. Parit sedalam 1,5 m dan lebar 1,5 m itu digali mengelilingi kota Mosul. Selain itu, ISIS juga mencoba membangun benteng dari beton.

ISIS juga memindahkan seluruh pos militer dan senjata-senjata berat yang ditempatkan di dalam kota ke perbatasan kota Mosul. Pos dan senjata berat itu dipindahkan ke sisi utara, selatan dan timur kota terbesar kedua di Iraq itu.


Diberitakan sebelumnya, koordinator koalisi AS sesumbar akan menggulirkan operasi darat besar-besaran untuk merebut kota Mosul. Operasi itu akan didukung 12 batalyon tempur militer Iraq dan milisi bayaran. Pasukan tempur itu juga didukung serangan udara koalisi.


Sumber: almokhtsar.com

Penulis: Hunef Ibrahim


The post Hadapi Kemungkinan Operasi Darat, Daulah Bangun Parit dan Benteng appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hadapi Kemungkinan Operasi Darat, Daulah Bangun Parit dan Benteng"

Post a Comment