DETIKISLAM.COM - Tanggal 22 desember sering diperingati sebagai hari ibu. Ibu memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah generasi. Baik atau buruknya generasi suatu bangsa sangat tergantung dari seberapa besar fungsi ibu itu dapat dijalankan. Namun dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, peran dan fungsi seorang ibu sangat dipertaruhkan, bagaimana tidak, para ibu harus rela menghabiskan waktunya untuk sama-sama mencari nafkah. Imbasnya anak-anak mereka yang seharusnya mendapat perhatian, pengasuhan, dan bimbingan dari ibunya menjadi terbatas.
Sistem ekonomi Kapitalis menjdikan para pencari nafkah(ayah) sulit untuk mendapatkan kesempatan kerja, disisi lain kesempatan kerja untuk para wanita terbuka lebar. Sehingga tidak sedikit para keluarga yang berubah peran dan fungsi antara ayah dan ibu. Inilah sistem yang lambat laun dapat menghancurkan generasi, padahal anak adalah pemegang estafet kepemimpinan suatu bangsa dimasa mendatang pastilah menjadi asset yang tak ternilai harganya.
Berbeda dengan sistem Islam, dimana negara memiliki kewajiban untuk memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Negara akan mendorong dan menyediakan lowongan pekerjaan kepada para ayah untuk mencari nafkah. Sabda Rasulullah SAW “seseorang dianggap berdosa jika dia tidak menafkahirang-orang yang menjadi tanggungannya”. Dan seorang ibu memiliki peran yang sangat luar biasa dalam mendidik anak-anaknya. Mereka adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, sebagaimana gambaran dari suatu syair”ibu ibarat sekolah, jika engkau persiapkan diri berarti engakau telah mempersiapkan suatu generasi yang kokoh dan kuat .(Hafidz ibrahim). Dengan demikian ayah dan ibu dapat menjalankan fungsinya masing-masing . Karena sistem Islam lah yang menjamin semuanya itu. Khalifah akan selalu menjalankan amanahnya sebgai penanggung jawab utama bagi semua kebutuhan rakyatnya. Rasulullah Saw bersabda: Seorang imam(khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).[]Oleh: Neneng Hermawati
0 Response to "Hari Ibu"
Post a Comment