Media dan Jurnalis Menjadi Sasaran Utama Pemberonak Syiah Houtsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Organisasi jurnalis perempuan Yaman, Women Journalists Without Chains (WJWC), telah mendokumenkan sedikitnya 20 kasus kekerasan terhadap wartawan dan media yang dilakukan pemberontak Syiah Houtsi di Yaman. Dokumentasi itu dilakukan sejak awal bulan Februari ini.


Dalam laporannya, Jumat (13/02), WJWC mengungkapkan bahwa serangkaian serangan itu mengancam kebebasan berpendapat dan berekspresi. Jurnalis dan media di Yaman hampir setiap menjadi sasaran utama pemberontak Syiah Houtsi ketika menjalankan tugas.


“Penangkapan menjadi pelanggaran utama di antara pelanggaran-pelanggaran lainnya yang dilakukan pemberontak Syiah Houtsi kepada wartawan dan media,” ungkap organisasi tersebut seraya menunjukkan serangan terhadap wartawan saat semakin meningkat.


WJWC mendesak organisasi HAM dan internasional turun tangan melindungi wartawan dan media di Yaman. Jangan sampai kebebasan berpendapat dibungkam.


Pemberontak Syiah Houtsi 5 Februari lalu menyerbu Yayasan Asy-Syumuk di ibukota Sanaa. Yayasan yang menerbitkan koran “Akhbar Youm” itu diduduki pemberontak dukungan Iran tersebut.


Empat karyawan utama di kantor koran itu ditangkap. Bahkan, mereka mengoperasikan mesin cetak milik yayasan tersebut untuk mencetak koran-koran mereka.


“Ini merupakan indikasi berbahaya yang dilakukan pemberontak Houtsi. Mereka mempersempit dan membungkam koran-koran lokal,” kata WJWC.


Organisasi tersebut juga menunjukkan, terdapat 40 kasus kekerasan terhadap media sejak bulan Januari lalu. Seluruh kasus itu dilakukan pemberontak Syiah Houtsi.


Sumber: alaraby.co.uk

Penulis: Hunef Ibrahim


The post Media dan Jurnalis Menjadi Sasaran Utama Pemberonak Syiah Houtsi appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Media dan Jurnalis Menjadi Sasaran Utama Pemberonak Syiah Houtsi"

Post a Comment