Oknum Jendral BNPT Jadi Teroris; Siapa Brigjen Antam Novambar yang Diduga Teror Penyidik KPK?

Oleh: Khairul Fahmi Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)


R. Antam Novambar meraih pangkat Brigjen sejak menjabat Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2013 lalu. Pada 24 Januari 2012 – 13 September 2013 ia bertugas sebagai Dir Reskrimum Polda Bali. Antam memulai jabatannya di Bali, tak sampai sebulan sebelum Irjen Budi Gunawan ditunjuk menjadi Kapolda Bali, pada 24 Februari 2012.


Antam, perwira berusia 52 tahun dengan NRP. 62110645 ini, adalah alumnus Akpol 1985. Seangkatan dengan Komjen Suhardi Alius peraih adhi makayasa tahun itu dan Brigjen Raja Erizman, peraih bintang satu pertama di angkatannya, pada tahun 2009. Erizman kemudian dikotak karena tersangkut kasus buka blokir rekening Gayus (pengaduan Susno Duadji) pada tahun 2010. Antam juga seangkatan dengan Brigjen Tugas Dwi Apriyanto, yang kini menjabat Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol setelah sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Barat.


Antam juga tercatat seangkatan dengan Kombes Pudi Rahardi, perwira Propam yang terlibat aksi penangkapan Susno di Bandara Soeta bersama Kombes (saat itu) Budi Waseso. Pudi kemudian diangkat menjadi Kapoltabes Denpasar. Sayangnya, baru tiga hari menjabat, pada Juni 2010, dia harus dicopot karena tertangkap basah selingkuh oleh isterinya.


Sebelum menjabat Dir Reskrimum Polda Bali, Antam Novambar menjabat sebagai Penyidik Utama Tk.II di Biro Wassidik Bareskrim Polri. Sekitar tahun 2006 hingga 2009, ia menjabat sebagai Dir Reskrim Polda Maluku. Akhir Oktober 2009, Antam dimutasi sebagai Penyidik Utama Tk.II Dit II/Eksus Bareskrim Polri. Pada 1 April 2011, dia digeser ke Biro Wassidik Bareskrim. Sekitar tahun 2004 hingga 2006, saat berpangkat AKBP, Antam Novambar sempat menduduki jabatan Kapolres Ketapang Polda Kalbar. Saat itu Kapolda Kalbar sempat dijabat oleh Nanan Soekarna, mantan Wakapolri sebelum Oegroseno.


Dalam posisinya di BNPT, Brigjen Antam lebih banyak mengurusi upaya-upaya pencegahan teror dan konflik akibat paham radikal. Selain ancaman paham ISIS, mestinya juga termasuk menghambat potensi konflik antara Sunni dan Syiah, seperti penyerangan terhadap Masjid Adz Dzikra, kemarin.


Kini, Brigjen Antam Novambar sedikit tersandung. Jika kabar yang dirilis Majalah Tempo edisi 16 Pebruari 2015 ini benar, tentu itu bukan masalah kecil. Tempo mengisahkan upaya intimidasi yang dilakukan Antam bersama Kombes Agung Setia Imam Effendi, Kasubdit III/Tipideksus ini terhadap Plt. Direktur Penyidikan KPK, Kombes Endang Tarsa dan keluarganya.


Agung adalah mantan Kepala Polres Bengkulu, tempat dimana penyidik KPK Novel Baswedan juga pernah bertugas. Entah apa sebab, perwira kelahiran Maret 1967 asal Wonosobo, Jawa Tengah itu, turut dalam pertemuan. Mungkin perintah Presiden Jokowi pada Wakapolri Badrodin Haiti, untuk memastikan kebenaran teror terhadap KPK, bisa membuatnya terang benderang.


[Sumber: Cover laporan utama Majalah Tempo edisi 16 Pebruari 2015]


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Oknum Jendral BNPT Jadi Teroris; Siapa Brigjen Antam Novambar yang Diduga Teror Penyidik KPK?"

Post a Comment