Untuk Pertama Kalinya Serangan Bom Mobil Targetkan Kampung Halaman Assad

Seorang Mujahid mengendarai ambulans sarat bahan peledak dan meledakkannya di rumah sakit militer, serangan pada Minggu (22/2) itu menewaskan empat orang.


Serangan bom mobil yang menargetkan kampung halaman keluarga Assad adalah yang terjadi untuk pertama kalinya, kata kelompok pemantau (SOHR).


Serangan itu terjadi saat Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa pasukan rezim Assad telah mengeksekusi 48 orang awal pekan ini di sebuah desa di utara, di antaranya 10 anak-anak.


"Seorang pria mengendarai ambulans dikemas dengan bahan peledak ke dalam parkir rumah sakit Qardaha. Seorang pria lain berada di kendaraan dengan dia, tapi tidak jelas apakah dia kaki tangan atau sandera. Empat orang tewas dalam serangan itu," ujat Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman.


Sebelumnya, televisi pemerintah melaporkan ledakan itu tetapi tidak merinci serangan.


Serangan itu, merupakan ledakan pertama yang memukul jantung kota barat sejak pecahnya perang sipil Suriah pada 2011, menewaskan seorang perawat, karyawan rumah sakit dan dua tentara, menurut laporan direktur Observatorium Abdel Rahman.


Pinggiran Qardaha sebelumnya pernah mendapat serangan roket, sementara di provinsi Latakia – di mana kota ini terletak – telah terjadi beberapa pertempuran sengit.


Sebuah makam yang berisi makam ayah Bashar Al-Assad dan pendahulunya, Hafez Al-Assad, dan saudaranya Bassil, terletak di Qardaha.


Sementara itu, Observatorium mengatakan 10 anak dan 13 pemberontak termasuk di antara 48 orang yang dieksekusi oleh pasukan pemerintah di desa utara Rityan awal pekan ini.


Pembunuhan terjadi setelah tentara memasuki kota Selasa, selama operasi ofensif yang ditujukan untuk memotong jalur pasokan pemberontak ke perbatasan Turki.


Abdel Rahman mengatakan semua korban tewas adalah dari enam keluarga.


"Tidak ada perlawanan kecuali dalam satu rumah di mana dia melepaskan tembakan ke tentara sebelum dieksekusi bersama dengan keluarganya."


Penyerbuan ke Rityan adalah bagian dari serangan militer yang gagal pekan ini untuk mengepung sepenuhnya timur Aleppo yang di bawah kendali Mujahidin dan meringankan pengepungan Mujahidin terhadap dua desa Syiah Zahra dan Nubul.


Pada hari Jumat, seluruh warga sipil termasuk seorang Mujahid Jabhah Nusrah yang sebelumnya ditangkap oleh rezim Nushairiyyah telah dibebaskan kembali oleh Mujahidin


Menurut SOHR, Pertempuran sengit telah merenggut nyawa 129 tentara dan milisi pendukung Assad dan 116 Mujahidin, termasuk seorang komandan Jabhah Nusrah.


Sementara serangan darat rezim menemui kegagalan, pesawat-pesawat tempur terus menggempur daerah Mujahidin di kota Aleppo dan bagian lain dari negara itu.


Pada hari Sabtu, dua wanita dan dua anak termasuk di antara delapan orang yang meninggal dunia ketika sebuah bom barel menghantam bangunan di daerah yang dipegang Mujahidin di kota Aleppo.


Angkatan Udara rezim juga menewaskan sedikitnya 10 orang di daerah timur Damaskus, Sabtu (21/2), kata Observatorium.


Selama tahun lalu, “SOHR telah mendokumentasikan pembunuhan 5812 warga sipil, termasuk 1.733 anak-anak, 969 wanita dan 3110 laki-laki dalam serangan bom barel dan serangan udara (lainnya)". (sohr/zw/muqawamah.com)


The post Untuk Pertama Kalinya Serangan Bom Mobil Targetkan Kampung Halaman Assad appeared first on Muqawamah.com.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Untuk Pertama Kalinya Serangan Bom Mobil Targetkan Kampung Halaman Assad"

Post a Comment