11 Terluka, 1 Kritis dalam Ledakan di Mahkamah Agung Mesir

Sebelas orang terluka, satu kritis, dalam ledakan bom di luar pengadilan tertinggi Mesir di Kairo pada Senin (2/3), kata para petugas rumah sakit.


Seorang polisi dan media pemerintah mengatakan satu orang tewas namun kemudian menarik kembali informasi tersebut.


Para petugas rumah sakit mengatakan ledakan mengenai bagian dari tengkorak dan otaknya, dan ia dalam kondisi kritis.


Ledakan itu tampaknya ditujukan pada sebuah pos pemeriksaan polisi di dekat pengadilan, kata seorang petugas rumah sakit.


Serangan terakhir terjadi sehari setelah sejumlah orang tewas dalam serangan bom di luar sebuah kantor polisi di selatan Mesir.


Seorang pekerja di sebuah kafe di di Kairo mengatakan ia berlari keluar ke jalan setelah mendengar ledakan keras.


"Saya menemukan tiga orang tergeletak di tanah bersimbah darah."


Polisi menutup daerah itu dan menyapu dengan anjing detektor bom saat ambulans mencoba untuk mencapai lokasi melalui kerumunan penonton.


Para pejuang telah secara teratur meledakkan bom di ibukota, sebagian besar menargetkan polisi, setelah penggulingan militer 2013 terhadap Presiden Mohamed Mursi mengundang reaksi keras dan mematikan dari pendukungnya.


Ini adalah kedua kalinya bom meledak di dekat Mahkamah Agung, setelah ledakan melukai 12 orang pada Oktober tahun lalu.


Ledakan Senin datang sehari setelah serangkaian pemboman di Kairo di mana satu orang tewas.


Lima bom meledak dalam beberapa jam, empat darinya dekat perusahaan layanan telepon seluler dan sebuah kantor polisi.


Beberapa ledakan bom telah membunuh polisi, termasuk dua perwira senior yang meninggal ketika mencoba untuk menjinakkan bom yang ditanam di luar istana presiden Juni lalu.


Bom tersebut dan sejumlah lainnya yang berhasil membunuh polisi di Kairo diklaim oleh kelompok Jihad Ajnad Misr.


Serangan paling mematikan sejak penggulingan Mursi itu telah diluncurkan oleh afiliasi kelompok Daulah di Mesir, yang berbasis di Sinai, Ansar Baitul Maqdis, yang telah menewaskan puluhan tentara dan polisi.


Menurut para pejabat, Jihadis yang memfokuskan serangan mereka terhadap pasukan keamanan, juga diyakini merencanakan serangan terhadap kedutaan besar negara-negara yang telah mendukung mantan panglima militer dan sekarang menjadi Presiden, Sisi.


Sisi yang menjadi presiden pada Mei 2014 berjanji untuk membasmi “militan”, namun ucapan itu tidak terbukti, ia memiliki tidak berhasil, terutama menumpas pemberontakan di Sinai.


Pada tanggal 29 Januari, serangan bom mobil dan serangan mortir simultan terhadap markas keamanan di semenanjung Sinai telah menewaskan sedikitnya 30 orang, sebagian besar dari mereka tentara. (nahar/muqawamah.com)


The post 11 Terluka, 1 Kritis dalam Ledakan di Mahkamah Agung Mesir appeared first on Muqawamah.com.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "11 Terluka, 1 Kritis dalam Ledakan di Mahkamah Agung Mesir"

Post a Comment