185 Jet Tempur Dilibatkan dalam Operasi Militer Perangi Syiah Hautsi

KIBALT.NET, Riyadh – Arab Saudi dan sembilan negara sekutu telah memulai operasi militer untuk memerangi pemberontak Syiah Hautsi yang telah menduduki Yaman. Diumumkan sebanyak 185 jet tempur dan 150 tentara telah siap dalam operasi yang diberi sandi “Ashifatul Hazm” itu.


Seperti dilaporkan dari Al-Jazeera, Kamis (26/03), seratus dari jet tempur tersebut merupakan militer angkatan udara Arab Saudi. Sementara sisanya terdiri dari tiga jet tempur UEA, 15 dari Kuwait, 15 dari Bahrain, 10 dari Qatar, 7 dari Yordania, 6 dari Maroko dan 3 dari Sudan.


Seluruh Kekuatan tempur itu telah siap dikerahkan ke Yaman jika perkembangan berlanjut. Saat ini Saudi baru memulai serangan udara menargetkan basis pemberontak yang didukung Iran itu.


Pemerintah Mesir, Yordania, Pakistan dan Sudan menegaskan juga ikut dalam operasi darat jika operasi itu diluncurkan. Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan kesediaannya mendukung logistik dan intelijen dalam rangka aksi militer darat di Yaman.


Tujuan dari operasi ini, sebagaimana diumumkan Dewan Negara Teluk, untuk menjawab permintaan Presiden Yaman Abduh Rabbah manshur dan “melindungi Yaman dan warganya dari kejahatan Syiah Hautsi”. Selain itu, operasi ini juga untuk membantu Yaman melawan Al-Qaidah dan ISIS.


Menurut rencana, operasi ini akan berlangsung selama beberapa hari. Sementara Saudi secara khusus mengumumkan bahwa operasi ini akan berlanjut sampai tujuan itu tercapai.


Sementara itu, serangan perdana yang dilancarkan telah menargetkan pangkalan militer Dailami, markas polisi militer, istana presiden dan sejumlah basis Syiah Hautsi lainnya di Sanaa dan provinsi Sadaa. Dikabarkan sejumlah komandan Syiah Hautsi tewas akibat serangan itu.


Sumber: Al-Jazeera

Penulis: Hunef Ibrahim


The post 185 Jet Tempur Dilibatkan dalam Operasi Militer Perangi Syiah Hautsi appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "185 Jet Tempur Dilibatkan dalam Operasi Militer Perangi Syiah Hautsi"

Post a Comment