AntiLiberalNews - Dalam suatu wawancara dengan media Amerika Serikat (AS), NBC, menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk menghancurkan Israel.
Menurut Javad Zarif, Netanyahu harus membaca ulang sejarah, dimana Raja Persia-Iran pernah menyelamatkan Yahudi dari ancaman Babilonia, begitu juga pada masa Perang Dunia II.
Ia kemudian mengingatkan bahwa ada lebih dari 20.000 orang Yahudi hidup nyaman di Iran. Bahkan para Yahudi Iran memiliki wakilnya di parlemen.
“Kami memiliki sejarah toleransi dan kerjasama, serta hidup berdampingan dengan orang Yahudi di negara kami, serta Yahudi di mana pun di dunia”, kata Zarif, kutip Risalah dari Vivanews.
Nasib Yahudi di Iran sangat berbeda jauh dengan kondisi kaum Muslimin (Ahlusunnah) di sana yang merupakan minoritas terbesar diantara mayoritas Syi’ah.
Laporan menyebut bahwa di Teheran sulit menemukan masjid untuk sholat jum’at kecuali di areal kedutaan asing.
Masjid-masjid digusur dan pemerintah Syi’ah tidak akan memberikan izin untuk mendirikan masjid baru, sedangkan tempat ibadah Yahudi (Sinagog) banyak bertebaran di Teheran.
Zarif kemudian mengkritik Israel yang mengancam menyerang Iran dan mengecam kepemilikan Israel atas bom nuklir sebanyak 200 hulu ledak. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata pemusnah massal dan tidak berniat untuk memilikinya.
Suatu hal yang sangat berbeda dengan propaganda politik agama Syi’ah pada masa Ahmadinejad. Jadi mulai sekarang sudah sepatutnya para Syi’ah melupakan retorika taqiyah untuk meyerang Israel dan mewujudkan mimpi Khomeini membebaskan Al-Quds.
Iran dan Israel merupakan 2 negara yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap umat Islam. Israel dengan entengnya membunuhi ribuan orang Palestina dalam sekali operasi militer, sementara Iran adalah penyokong rezim teroris Basyar Al-Assad, tentara Iran dan milisi Syi’ah banyak dikirim ke Suriah.
Sebelumnya Netanyahu berpidato di kongres Amerika untuk menyudutkan kebijakan Obama yang dianggap lembek terhadap program nuklir Iran. Pidato ini dikabarkan mendapat walkout dari partai Demokrat (partainya Obama), dan disaksikan oleh partai Republik.
Entah dagelan, entah apa, meskipun terlihat bersikap keras terhadap Iran dan program nuklirnya, namun apa yang ditampakkan oleh Netanyahu ini bertentangan dengan bocoran laporan Mossad yang menyebut program nuklir Iran belum mencapai apa-apa.
Red : Maulana Mustofa
0 Response to "“Ngambek” ke Israel, Menlu Syiah Iran Ungkit Jasa Majusi Persia terhadap Yahudi"
Post a Comment