IDLIB, muslimdaily.net – Puluhan orang, sebagian besar anak-anak dirawat di rumah sakit setelah terkena serangan bom klorin tentara Bashar Assad terhadap oposisi di Idlib, barat laut Suriah, sumber medis mengatakan, Selasa (24/02).
“Sangat disayangkan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Untungnya, tidak ada korban tewas sejauh ini,” ujar Rami Abu Zubeyda, seorang dokter di sebuah rumah sakit lapangan di kota Binnish, seperti dikutip Anadolu Agency.
Komisi Umum Revolusi Suriah, sebuah koalisi kelompok oposisi Suriah, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa 20 orang, sebagian besar anak-anak, dirawat di rumah sakit setelah sebuah helikopter militer Suriah diduga menjatuhkan bom klorin pada kota Binnish.
Rezim Suriah telah menggunakan gas kimia mematikan enam kali dalam serangan yang mencakup setidaknya tiga daerah selama dua minggu terakhir, aktivis oposisi mengatakan pekan lalu.
Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pada hari Jumat bahwa semua serangan tersebut terjadi setelah PBB mengadopsi resolusi untuk menghentikan penggunaan senjata kimia di negara itu pada tanggal 6 Maret. Jaringan mengatakan bahwa dalam serangan ini, tujuh warga sipil, termasuk tiga anak dan dua wanita, tewas dan 140 lainnya luka-luka.
Dewan Keamanan PBB telah menyetujui sebuah resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata di Suriah. Dewan sangat mengutuk penggunaan bahan kimia beracun, seperti klorin, dan meminta orang-orang yang menggunakan senjata tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban. Resolusi itu disetujui oleh semua anggota kecuali Venezuela, anggota tidak tetap.
Perang di Suriah, yang memasuki tahun kelima pada bulan ini, telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa sampai sejauh ini, menurut PBB.
0 Response to "Rezim Suriah Jatuhkan Bom Klorin di Idlib, Puluhan Anak Terdampak"
Post a Comment