Sejatinya menghafal Al-Qur`an itu sangat dianjurkan ketika seseorang masih berusia belia atau usia anak-anak. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini. Kesabaran ayah dan ibu dalam mendidik anaknya untuk bisa menghafal Al-Qur`an juga tak kalah urgennya. Banyak ulama besar yang didik oleh orang tuanya untuk menghafal Al-Qur`an hingga khatam sebelum berusia 10 tahun.
Namun demikian, bukan berarti seseorang yang sudah beranjak dewasa atau tua tidak bisa menghafal Al-Qur`an. Banyak kisah nyata yang menyebutkan hal ini.
Di Kuwait, ada seorang ibu bernama Ummu Muhammad yang berhasil merampungkan hafalan Al-Qur`an pada usia 65 tahun. Hal yang menarik adalah dia seorang yang buta huruf. Masya Allah, Tabarakallah. Dia bercerita,
Proses penyimakan yang terus-menerus kepada guruku dan sebuah alat perekam merupakan dua karunia Allah Ta’ala yang mempunyai andil besar dalam mewujudkan keinginanku untuk menghafal Al-Qur`an.
Hidupku bersama hafalan Al-Qur`an telah berjalan 16 tahun lamanya. Sungguh aku sangat merasakan kebahagiaan yang hakiki ketika aku baru mulai menghafal Al-Qur`an.
Di antara unsur penting yang dapat membantu dalam menghafal ialah adanya niat yang benar, ikhlas karena Allah Ta’ala semata, dan bersabar menghadapi semua kesulitan dalam menghafal.
Aku adalah seorang buta huruf yang tidak bisa membaca dan menulis sehingga aku banyak mendapatkan kesulitan yang luar biasa pada awalnya. Namun, Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, aku menggunakan alat perekam dan meminta seorang guru perempuan untuk datang ke rumah membacakan ayat-ayat Al-Qur`an kepadaku.
Setelah itu, aku merekam suaranya agar dapat menghafal ayat tertentu. Keesokan harinya, guru itu datang lagi untuk menyimak hafalanku. Begitulah setiap harinya. Satu hari untuk mendengar guru membacakan Al-Qur`an dan hari berikutnya untuk menyetor hafalan kepada guru.
Ada satu hal yang tidak dapat saya lupakan yaitu motivasi dari anak-anakku. Mereka senantiasa menyemangatiku untuk menghafal Al-Qur`an sehingga aku memantapkan niat untuk meneruskan hafalanku hingga selesai.
Karena buta huruf, maka ketergantunganku pada indra pendengaran merupakan hal yang paling utama bagiku. Ini adalah salah satu karunia Allah untukku. Meski buta huruf, aku berhasil mewujudkan impianku mengkhatamkan Al-Qur`an setelah 16 tahun di lingkungan penghafal Al-Qur`an.
Aku memohon kepada Allah agar menjadikanku termasuk Ahlul Qur`an, karena Al-Qur`an adalah cahaya bagi manusia ketika berada di dalam kuburnya dan akan menjadi pemberi syafaat baginya di akhirat kelak.
Akhir kata, aku mengajak saudari-saudariku untuk menghafal Al-Qur`an; karena sesungguhnya hal tersebut mudah dan ringan sekali bagi siapa saja yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.
0 Response to "Seorang Ibu Buta Huruf Menghafal Al-Qur`an Selama 16 Tahun"
Post a Comment