AntiLiberalNews | Risalah - Turki menjadi “Pakistan”-nya Suriah, sebuah negara buffer seperti di masa perang Afghanistan-Soviet
Ada banyak kesamaan antara perang melawan Soviet di Afghanistan dengan perang Suriah, salah satunya adalah rezim yang menggunakan senjata buatan blok timur. Persenjataan berat pemerintah teroris Basyar Al-Assad adalah buatan Rusia, mulai tank tempur, roket, helikopter hingga pesawat tempur semua buatan Rusia. Rusia memang menjadi pendukung sekaligus pelindung terkuat bagi rezim Nushairy.
Di sisi lain, bagi blok barat, mereka adalah rival bagi blok timur. Kepentingan mereka (walau sama-sama kafir) berbeda di kawasan ini. Sebelumnya sekitar 1,5 tahun lalu, Rusia sempat mengirim armada kapal perang beratnya ke dekat perairan Suriah untuk mengancam ancaman militer barat.
Turki dan Amerika serta didukung partisipasi negara-negara Arab akan meluncurkan program untuk melatih dan mempersenjatai kelompok pejuang Suriah mulai 1 Maret besok. Program ini ditargetkan untuk melatih 15 ribu pejuang oposisi Suriah dalam waktu tiga tahun ke depan.
Meski disebut program bersama, tapi kepentingan Turki dan Amerika sangat berbeda. Turki merupakan salah satu negara paling menentang keras pemerintahan teroris Basyar Al-Assad dan menginginkan para pejuang yang dilatih itu juga mampu melawan rezim Assad. Sebelum program ini, sejak lama Turki dilaporkan telah mendukung beberapa grup oposisi secara diam-diam.
“Pejuang Suriah akan dilatih dan dilengkapi senjata untuk menghadapi ISIS dan pasukan pemerintah Suriah,” terang Menlu Turki Cavusoglu, dikutip media setempat.
Mirip dengan Afghanistan?
Kala itu Pakistan sangat aktif ikut serta dalam konflik dengan Komunis. Berbagai bantuan barat terhadap Afghanistan dan pendukung mujahidin juga didistribusikan melalui Pakistan. Amerika Serikat, Inggris, dan Arab Saudi menjadi kontributor dana dan senjata kepada Jendral Muhammad Zia-ul-Haq (pemimpin Pakistan) untuk menyokong mujahidin. Bahkan CIA disebut-sebut memiliki hubungan intelijen dengan cikal bakal Al-Qaeda.
Uni Soviet akhirnya menderita kekalahan dan kerugian besar akibat perang panjang ini. Beberapa tahun setelahnya Taliban bangkit dan berkuasa di Afghanistan.
Sumber : Risalah Media
Red : Maulana Mustofa
0 Response to "Turki, “Pakistan’-nya Suriah"
Post a Comment