Surat dari Kaisar Romawi untuk Muawiyah;
“Kita telah mengetahui apa yang terjadi antara anda dan Ali bin Abi Thalib, dan kita menilai bahwa anda lebih berhak menjadi Khalifah daripada Ali.
Maka jika anda memerintahkanku, niscaya kan kukirimkan bala tentara yang akan membawakan kepala Ali kepada anda.”
Surat balasan Muawiyah untuk Heraklius (Kaisar Romawi):
“Dua orang saudara tengah berselisih, apa urusanmu untuk turut campur dalam urusan mereka! Jika kamu tidak diam, niscaya kan kukirimkan bala tentara yang membentang dari tempatmu hingga tempatku, mereka akan membawa kepalamu untukku, lalu akan kupersembahkan kepalamu kepada Ali.”
========================
Diriwayatkan juga, bahwa ternyata Kaisar Romawi saat itu mengirimkan surat serupa kepada Ali bin Abi Thalib, dan Ali pun membalas dengan pernyataan serupa sebagaimana yang dinyatakan Muawiyah.
Intinya, musuh2 Islam sedari dulu tahu betul bahwa Islam itu sangat kuat dan sulit diadu domba.
Islam tidak akan bisa ditaklukkan kecuali bisa diadu-domba, menimbulkan fitnah sektarian, dan konflik internal antara dua saudara. Dalam kondisi “gaduh dalam” seperti ini, maka Islam yang gagah tersebut akan mudah dicabik2 oleh musuh yang minoritas.
Jadi masalahnya tidak sebatas musuh yang biadab, tapi juga kita-nya sendiri yang mudah dihasut dan gampang difitnah. Maka lihatlah sejarah bagaimana “devide et impera” begitu manjur dalam memporak-porandakan kekuatan Islam dari dalam.
______________________________________
Kiriman dr Gus Wahid Malang
0 Response to "MENDAHULUKAN MEMERANGI MUSUH YANG NYATA"
Post a Comment