Sering Kritik Presiden Jokowi, Effendi Simbolon Tak Jadi Pengurus Inti PDIP Lagi

JAKARTA (Panjimas.com ) – Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan sejumlah pengurus inti PDIP. Dalam jajaran struktur pengurus inti, tidak ada lagi 2 nama loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Maruarar Sirait dan Effendi Simbolon.


Megawati mengumumkan sedikitnya 26 pengurus inti DPP PDIP di arena Kongres IV PDIP di Hotel Inna Gran Bali Beach, Sanur, Bali, pada Jum’at (10/4/2015). Dua anak Mega, Puan Maharani dan Prananda Prabowo masuk dalam kepengurusan, namun Puan yang menjabat Menko PMK langsung dinonaktifkan.


Namun yang menarik tidak ada Maruarar Sirait dalam kepengurusan Mega. Maruarar selama ini dikenal sebagai loyalis Jokowi dan termasuk elite PDIP yang sejak awal mendorong duet Jokowi-JK ke Pilpres 2014.


Meski dekat dengan Jokowi, Maruarar juga tak dapat kursi di kabinet Jokowi-JK. Maruarar sempat akan dilantik jadi menteri, namun konon karena tak mengantongi restu dari Mega pelantikan dibatalkan. Selain anggota DPR RI, kini Maruarar adalah salah satu penasihat informal Jokowi. Sementara posisi Maruarar sebagai Ketua DPP PDIP bidang kepemudaan digantikan oleh Sukur Nababan.


Sementara itu, Effendi Simbolon yang belakangan kerap menyerang Presiden Jokowi juga tak masuk pengurus inti PDIP. Effendi yang duduk di DPR RI ini belakangan melontarkan kritik tajam kepada sejumlah menteri kabinet Jokowi-JK terutama sejumlah menteri ring 1 Jokowi dan bidang BUMN. Effendi juga menentang keputusan Jokowi menaikkan harga BBM meski PDIP dan KIH mendukung penuh kebijakan Jokowi.


Berikut ini susunan lengkap pengurus PDIP hasil Kongres IV PDIP di Sanur Bali tahun 2015 :


1. Ketua Umum : Megawati Soekarno Putri

2. Ketua bid Kehormatan Partai : Komarudin Watubun

3. Ketua bid Pemenangan Pemilu : Bambang Dwi Hartono (Bambang DH)

4. Ketua bid Ideologi dan Kaderisasi : Idham Samawi

5. Ketua bid Keanggotaan dan Organisasi : Djarot Syaiful Hidayat

6. Ketua bid Politik dan Keamanan : Puan Maharani (non aktif karena jadi menteri)

7. Ketua bid Hukum HAM dan Perundang-undangan : Trimedya Pandjaitan

8. Ketua bid Perekonomian : Hendrawan Pratikno

9. Ketua bid Kehutanan dan Lingkungan Hidup : Muhammad Prakosa

10. Ketua bid Kemaritiman : Rohmin Dahuri

11. Ketua bid Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Andreas Hugo Pareira

12. Ketua bid Sosial dan Penanggulangan Bencana : Ribka Tjiptaning

13. Ketua bid Buruh Tani dan Nelayan : Mindo Sianipar

14. Ketua bid Kesehatan dan Anak : Sri Rahayu

15. Ketua bid Pendidikan dan Kebudayaan : I Made Urip

16. Ketua bid Koperasi dan UMKM : Nusirwan Sujono

17. Ketua bid Pariwisata : Sarwo Budi Wiranti Sukamdani

18. Ketua bid Pemuda dan Olahraga : Sukur Nababan

19. Ketua bid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME : Hamka Haq

20. Ketua bid Ekonomi Kreatif : Prananda Prabowo



  1. Sekretaris Jenderal : Hasto Kristiyanto

    22. Wakil Sekjen bid Internal : Utut Adianto

    23. Wakil Sekjen bid Program Kerakyatan : Erico Sotarduga

    24. Wakil Sekjen bid Program Pemerintahan : Ahmad Basarah

  2. Bendahara Umum : Olly Dondokambey

    26. Wakil Bendum bid Internal : Rudiyanto Chen

    27. Wakil Bendum bid Program : Yuliari Peter Batubara. [GA/dtk]


The post Sering Kritik Presiden Jokowi, Effendi Simbolon Tak Jadi Pengurus Inti PDIP Lagi appeared first on Panjimas.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sering Kritik Presiden Jokowi, Effendi Simbolon Tak Jadi Pengurus Inti PDIP Lagi"

Post a Comment