Sunday, April 5, 2015

Wawancara dengan Penembak Jitu dan Pelatih Jabhah Nusrah Abu Miktad (Bagian 1)

Pusat Kabar dan analisis independen UmmahIslam menyajikan kepada para pembaca yang mulia wawancara penulis dan redaktur website kami Muhammad Isra dengan salah satu murid sniper terkemuka di dunia dan instruktur Abu Yusuf Al-Turki Rahimahullah, Abu Miktad.


CBkbgTgUsAAtdlJ-300x300


Abu Miktad di Kota Idlib


Muhammed Isra: Bismillah Alhamdulillah Assalamualaikum, saudara yang mulia Abu Miktad. Semoga Allah memberkati Anda, meskipun jadwal Anda sibuk, saya sampaikan terima kasih saya atas nama saya dan tim kami kepada Anda karena menerima wawancara ini.


Abu Miktad: Bismillahirahmanirrahim. Segala puji milik hanya Allah saja. Sholawat dan salam atas Nabi Resulullah akhir (saw). Segala puji milik Allah. Kami berharap bantuan hanya dari Allah. Kami berlindung kepada Allah dari hawa nafsu dan perbuatan yang akan kita lakukan. Pertama saya harus mengatakan bahwa kami adalah orang-orang yang lemah yang berurusan dengan iblis dan hawa nafsu sehari-hari tetapi menyadari apa artinya ibadah yang benar. Kami berlindung kepada Allah dari kemunafikan tindakan kami dan kami berlindung kepada Allah dari melakukan Syirik. Akhir dari segala sesuatu dan jalan menuju Allah.


Dalam era komunikasi ini, orang-orang kafir menyerang umat Islam dengan kekuatan senjata mereka dan juga (menyerang) pemikiran kita dengan semua instrumen komunikasi yang mereka miliki. Sama seperti dengan kekuatan imperialis, kita juga terancam oleh beberapa orang berpakaian berbulu domba yang menyebut diri mereka muslim tapi tidak ada hubungannya dengan Islam selain nama mereka. Dengan melihat sekilas kepada orang-orang itu, berita dan gaya bicara mereka kita dapat memahami bahwa mereka mencoba untuk menerapkan permusuhan terhadap orang-orang yang mengorbankan nyawa dan harta mereka di jalan Allah bahkan mereka mengkafirkan pada mereka. Jika kita memberikan perhatian pada hal tersebut, maka kita akan melihat dengan jelas kepada siapa mereka benar-benar mengabdi.


"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Surah Al-Hujurat ayat 6)


Yang paling berbahaya adalah orang-orang yang bekerja di sektor media untuk menerapkan kebencian dan permusuhan antara Muslim. Misalnya saya berbicara dengan salah satu dari mereka beberapa waktu lalu dan dia mengatakan "Semua orang di sini berharap untuk membunuh pejuang Jabhah Nusrah," Fitnah dan kebohongan seperti apa itu? Tidak diragukan lagi bahwa hal yang kita paling takutkan setelah melakukan syirik adalah menumpahkan darah kaum muslimin atau menjadi bagian dari tindakan yang berakhir dengan sesuatu seperti itu.


“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An-Nisa / 93]


Pada waktu dan suasana seperti itu setiap orang menyadari kesulitan untuk menemukan sumber yang tepat dari informasi tentang situasi umat. Seperti periode sulit seperti sekarang ini, Anda menyadari bahwa dengan mengambil misi ini, itu membuat Anda menjadi target bagi mereka. Bahkan, karena Anda melakukan misi ini dengan membayar harga yang berkali lipat, cobalah untuk mengisi daerah yang tidak boleh dibiarkan kosong dan menjadi suara bagi umat kita yang sedang terluka, saya berharap kebaikan dan berkah dari Rabbku untuk Anda dan semua tim Anda.


Muhammed Isra: Allahumma amin Ajmain. Bagaimana kabarmu, Bagaimana situasi umum saudara-saudara kita di medan pertempuran (front)?


Abu Miktad: Alhamdulillah kita semua baik-baik saja. Segala puji milik Allah yang memberikan rahmat kepada kita untuk berjihad di Jabhah Nusrah, sebuah jamaah yang dikendalikan oleh ulama dan komandan jihad yang jeli, untuk membuat kita lebih kuat dan lebih kuat meskipun menghadapi semua kebingungan dan kekacauan di tanah Syam di mana Malaikat meregangkan sayapnya di atasnya.


Karena saudara-saudara kalian dari front memiliki kesadaran ini, mereka menyadari bahwa mereka tidak kehilangan apapun. Meskipun semua halangan, kecaman dan penghinaan mereka terus melakukan perdagangan yang paling menguntungkan dengan mengorbankan jiwa dan harta mereka di jalan Allah serta menunggu pahala yang hanya dari-Nya. Dan mereka berhasil memberikan dampak yang besar hari demi hari kepada kaum kafir dan murtad dengan bantuan Allah. Secara umum kondisi kami menyenangkan tetapi selain itu, kami sangat menyesal dan sedih atas saudara-saudara kami yang dizalimi di Arakan, Somalia, Afrika Tengah, Turkistan Timur dan di sudut-sudut terpencil dunia. Sayangnya kendala antara mereka dan kami adalah pelayan zionis, rezim Bashar Assad pada awalnya dan saudara kafir mereka Hizbullat, PKK, Turki, Lebanon, Yordania, Amerika Serikat, Iran dan antek lokal. Koalisi tersebut adalah koalisi kejam yang mencoba untuk menghentikan kami dengan aliansi secara terbuka dan rahasia. Tapi bantuan Allah sudah cukup bagi kami. Kami sedih tidak bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kami yang tertindas yang menderita segala jenis penganiayaan di daerah yang jauh dan dekat. Percayalah kami (juga) ditinggalkan tanpa bantuan umat, kami telah dikhianati dan ditusuk oleh pengkhianat dan pembuat kekacauan. Dalam pengertian ini kadang-kadang moral kami bisa menurun. Seperti kata Syaikh Ahmad Yasin, "Ya Tuhanku, kami telah mengadukan kebisuan umat kami kepada-Mu."


Allah Azza wa Jalla pasti akan meninggikan agamanya di atas semua agama lainnya. Kami tidak ragu bahwa kami akan menghancurkan pemerintahan penindasan zionis di dalam bumi Islam. Jamaah kami akan terus menghancurkan mereka dan antek-antek mereka tanpa memperhatikan setiap kecaman dengan harapan bahwa Allah Azza wa Jalla akan menyenangkan hati kaum muslimin dengan menghukum mereka dengan tangan kita. Meskipun semua kesulitan yang kami hadapi di sini, mata kami beralih ke Palestina, Afrika Tengah, Mali dan Emirat Islam Kaukasus tanpa jatuh ke dalam keputusasaan. Dengan izin Allah kami berdedikasi untuk terus menghancurkan tirani dan memelihara Sunnah Rasulullah (saw) dan alasan suci ini akan menyebabkan kebebasan saudara-saudara yang terlupakan dalam ruang bawah tanah di seluruh pelosok dunia Islam. Tidak hanya perang biasa, ini adalah gerakan reformasi untuk menetapkan Syariah dan cara hidup yang benar yang dipilih oleh Allah dengan pedoman Al-Quran dan manhaj Rasulullah (saw). Semua saudara mujahidin menyadari tanggung jawab mereka dan terus berjalan. Pokoknya tidak ada kerugian dalam masalah ini. Cukuplah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.


Kami saat ini berada dalam sukacita melihat buah dari jihad; mendirikan pengadilan Syariah, membentuk pasukan keamanan dan yang terakhir membentuk pasukan militer. Kami menyaksikan pelaksanaan Syariah. Hak-hak orang yang tertindas diambil dari para penindas. Hukum dan undang-undang ditegakkan. Diketahui bahwa setelah pernyataan terakhir yang disampaikan Jabhah Nusrah setelah kemenangan mereka baru-baru ini, mereka akan menerapkan model pengadilan Syariah di wilayah mereka. Dan daerah lain juga semakin mulai melihat keuntungan dari contoh ini. Harapan kami adalah untuk mengasosiasikan kepada semua masyarakat yang memerangi kaum kafir dan fitnah dengan kata-kata bijaksana yang indah. Membangun bangunan ini dengan memberikan kepada setiap komunitas hak-hak mereka.


Jalan Jabhah Nusrah masih panjang. Kami tidak di sini untuk tinggal, jadi kami tidak bisa memaksakan segala sesuatu pada kehendak kami sendiri. Seperti yang saya katakan, mata kami mengarah kepada saudara-saudara kami yang tertindas. Sementara darah kaum muslimin mengalir di seluruh dunia, kami tidak bisa mengabaikan mereka. Kami juga tidak bermaksud untuk memberikan kemenangan ini kepada kaum munafik, juga melupakan saudara-saudara kami dari seluruh dunia yang menunggu bantuan dari kami.


Alhamdulillah Jabhah Nusrah terus menindak keras dan memerangi kufur. Dalam hal ini semua Ikhwan memiliki harapan yang sama dan alhamdulillah kami baik-baik saja.


@muhammedisra01


Bersambung..


(ummetiIslam/muqawamah.com)


The post Wawancara dengan Penembak Jitu dan Pelatih Jabhah Nusrah Abu Miktad (Bagian 1) appeared first on Muqawamah.com.


No comments:

Post a Comment