Pertempuran Picu Ratusan Warga Pakistan Mengungsi ke Afghanistan

KIBLAT.NET, Karachi – Ratusan keluarga Pakistan mengungsi menghindari gelombang pertempuran antara pasukan pemerintah dengan mujahidin Pakistan ke negara tetangga Afghanistan, kata seorang pejabat pemerintah Afghanistan pada hari Jumat (13/6).


Pasukan pemerintah Pakistan telah meluncurkan serangan udara terhadap mujahidin Taliban Pakistan di lembah baratlaut dekat perbatasan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir, setelah para pejuang Taliban menyerang bandara terbesar di negara itu, di Karachi, pada Minggu malam.


Pesawat tak berawak AS menembakkan rudal untuk pertama kalinya dalam enam bulan, menyerang mujahidin pada minggu ini di wilayah Waziristan Utara, Pakistan, wilayah tanpa hukum yang dikuasai mujahidin di perbatasan Afghanistan.


Jutaan warga sipil Afghanistan selama beberapa dekade mencari perlindungan di Pakistan untuk menghindari perang di tanah air mereka, tetapi pertempuran di Pakistan pekan ini telah memicu pergerakan warga sipil dengan jalan lain.


“Sekitar 300 keluarga Pakistan telah melarikan diri karena mereka khawatir dengan pertempuran yang terjadi antara pasukan Pakistan dan Taliban Pakistan,” kata Jabar Nahimi, gubernur provinsi Khost Afghanistan bagian timur, di perbatasan dari Pakistan barat laut.


“Kami menyediakan bantuan bagi 100 keluarga ini dan sisanya akan dibantu segera. Kami juga telah menyediakan vaksinasi karena kami prihatin dengan polio.” tambahnya.


Pakistan sedang mempertimbangkan serangan skala penuh terhadap pejuang Taliban Pakistan di wilayah barat lautnya, yang kemungkinan akan mendorong lebih banyak warga desa di seberang perbatasan mengungsi ke Afghanistan.


Lebih dari 30 orang tewas dalam serangan Taliban Pakistan di bandara Karachi.


Editor: Qathrunnada


Sumber: Worldbulletin


The post Pertempuran Picu Ratusan Warga Pakistan Mengungsi ke Afghanistan appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pertempuran Picu Ratusan Warga Pakistan Mengungsi ke Afghanistan"

Post a Comment