Ulama Syiah Irak Ali Sistani Serukan Pengikutnya Angkat Senjata

KIBLAT.NET, Karbala – Ulama senior Syiah Irak mendesak pengikutnya mengangkat senjata untuk membela diri melawan pergerakan mujahidin Sunni yang terus maju tanpa henti, dalam eskalasi tajam konflik yang mengancam perang sipil dan potensi pecahnya negara.


Pada Jumat (13/6) di kota Karbala, sebuah pesan dari Ayatullah Ali al-Sistani pemegang otoritas keagamaan tertinggi Syiah di Irak disampaikan; rakyat harus bersatu untuk melawan kemajuan mujahidin Sunni.


Pejuang revolusi Irak berhasil merebut dua kota selama semalam menyapu wilayah selatan menuju ibukota Baghdad.


“Orang yang mampu membawa senjata dan memerangi ‘teroris’ dalam membela negara mereka harus relawan untuk bergabung dengan pasukan keamanan agar tercapai tujuan suci ini,” kata Syaikh Abdul Mahdi al-Karbalai, menyampaikan pesan Sistani kepada umat Syiah.


“Dia yang berkorban untuk membela negara, keluarga dan kehormatannya akan menjadi syuhada,” kata Ali Sistani.


Sistani yang jarang muncul di depan publik, sangat berpengaruh di dunia Syiah dan dihormati oleh jutaan pengikut Syiah.


Tidak lama setelah Sistani membuat serua, lebih dari seribu sukarelawan dari Karbala bergerak ke sebuah kamp militer di kota Taji, sekitar 30km utara Baghdad.


Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa mereka akan mengambil bagian dalam kursus pelatihan satu hari, sebelum dikerahkan untuk berperang bersama tentara Irak.


Dalam kekacauan yang menyebar di Irak, pasukan Kurdi telah menguasai Kirkuk, sebuah pusat minyak di luar wilayah otonom mereka, yang telah lama dilihat sebagai modal tradisional mereka.


Di arah tenggara setelah penguasaan kota utama Irak, Mosul di wilayah utara jauh dan kampung Saddam Hussein Tikrit, pejuaang Sunni memasuki dua kota di provinsi Diyala yang berbatasan dengan Iran.


Saadiyah dan Jalawla telah jatuh ke tangan mujahidin Sunni setelah pasukan pemerintah melarikan diri dari posisi mereka, bersama dengan beberapa desa di sekitar pegunungan Himreen yang telah lama menjadi tempat persembunyian bagi mujahidin, demikian menurut beberapa sumber keamanan.


Tentara Irak menembakkan peluru artileri ke Saadiyah dan Jalawla dari kota terdekat Muqdadiya, mengakibatkan puluhan keluarga melarikan diri ke arah Khaniqin dekat perbatasan Iran.


Obama mengatakan pada Kamis, ia sedang mempertimbangkan “semua opsi” untuk mendukung pemerintah pusat Irak didominasi Syiah, yang mengambil kontrol penuh saat pendudukan AS berakhir pada tahun 2011, delapan tahun setelah invasi menggulingkan Saddam.


Para pejabat AS kemudian mengatakan bahwa pasukan darat AS tidak akan kembali ke Irak.


Editor: Qathrunnada


Sumber: Worldbulletin/aljazeera/AP


The post Ulama Syiah Irak Ali Sistani Serukan Pengikutnya Angkat Senjata appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ulama Syiah Irak Ali Sistani Serukan Pengikutnya Angkat Senjata"

Post a Comment