MERAKYAT. Kata ini terdengar ramai ditengah publik belakangan ini. Terlebih, sejak genderang Pemilu 2014 ditabuh. Mulai Pemilu Legislatif 9 April, hingga Pemilu Presiden diselenggarakan beberapa waktu yang lalu. Berbagai slogan dan iklan yang menjurus pada pembangunan citra merakyat yang dilekatkan para Para Calon Pemimpin, menyiratkan sebuah kesimpulan, bahwa mereka amat mengerti karakter pemimipin seperti apa yang diinginkan oleh konstituennya adalah pemimpin yang merakyat.
The post Bukan Sekadar Pemimpin Merakyat appeared first on Islampos.
0 Response to "Bukan Sekadar Pemimpin Merakyat"
Post a Comment