Pesan Amirul Mukminin Kepada Mujahidin Dan Umat Islam Di Bulan Ramadhan

Muassasah Al Furqan Lil Intijaj Al I’lamiy Menghadirkan:


Risalah Ilal Mujahidin Wal Ummah Al Islamiyyah Fi Syahri Ramadlan


Pesan Maulana Amirul Mu’minin Abu Bakar Al Husainiy Al Qurasyiy Al Baghdadiy Hafidhahullah


Kepada Mujahidin Dan Umat Islam Di Bulan Ramadlan


Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy


Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah; kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan-Nya dan kami memohon ampunan kepada-Nya, serta kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amalan kami. Barangsiapa yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka tidak ada seorangpun yang bisa memberikan hidayah kepadanya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Ali ‘Imran: 102]


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” [An Nisa: 1]


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al Ahzab: 70-71]


Amma ba’du,


Allah Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” [Al Baqarah: 183]


Dan Allah Ta’ala berfirman:


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ


“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” [Al Baqarah: 185]


Kami ucapkan selamat kepada umat Islam di seluruh belahan timur dan barat bumi ini atas datangnya bulan Ramadlan yang penuh berkah, dan kami memuji Allah Subhanahu karena Dia telah menyampaikan kami ke bulan yang utama ini. Al Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radlayallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barangsiapa melaksanakan shaum Ramadlan atas dasar keimanan dan pengharapan pahala, maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosanya.”


Dan berkata juga:


مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barangsiapa melaksanakan qiyam (shalat malam) Ramadlan atas dasar keimanan dan pengharapan pahala, maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosanya.”


Selamat bagi kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah telah menyampaikan kalian ke bulan yang mulia ini, pujilah Allah dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia telah memanjangkan umur kalian dan memberikan kesempatan kepada kalian untuk menyelesaikan apa yang kalian lewatkan dulu, maka sambutlah Ramadlan ini dengan taubat nashuha dan keinginan yang jujur.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ


“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia;” [At Tahrim: 8]


Dan berfirman:


وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ


“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” [Ali ‘Imran: 133]


Sedangkan tidak ada amalan pada bulan yang utama ini dan pada bulan yang lainnya, yang lebih agung dari jihad di jalan Allah. Maka ambillah kesempatan ini, dan berjalanlah kalian di atas jalan Salaf kalian yang Shalih; belalah agama Allah dengan jihad di jalan-Nya, maka marilah bangkit wahai para mujahidin fi sabilillah; buat gentarlah musuh-musuh Allah dan carilah tempat-tempat kematian; karena dunia ini adalah hal yang lenyap lagi fana, sedangkan akhirat adalah yang langgeng lagi selamanya.


فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْإِنَّمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ


“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” [Muhammad: 35-36]


وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” [Al ‘Ankabut: 64]


وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا


“Tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” [Al Kahfi: 46]


Maka bahagialah bagi orang yang meninggalkan dunianya di bulan Ramadlan dan menjumpai Rabb-nya di hari-hari ampunan.


Wahai para mujahidin fi sabilillah, hendaklah kalian menjadi para pandita di malam hari dan para pendekar di siang hari, sejukkanlah dada kaum mu’minin, dan perlihatkan dari kalian kepada para thaghut apa yang mereka takutkan.


Wahai para mujahidin fi sabilillah, sesungguhnya ia adalah dienullah, dan sesungguhnya ia (surga) adalah apa yang Allah tawarkan, serta sesungguhnya nyawa itu hanyalah satu saja dan ajal itu sudah ditentukan yang tidak bisa didahulukan dan tidak bisa pula diakhirkan, dan yang ada hanya surga dan neraka, serta kebahagian dan kesengsaraan; sedangkan sesungguhnya dienullah itu pasti diberikan kemenangan, Allah telah menjanjikan pertolongan-Nya, dan adapun apa yang Allah tawarkan itu adalah suatu yang mahal lagi berharga “ingatlah apa yang Allah tawarkan itu sangatlah mahal, ingatlah sesungguhnya apa yang Allah tawarkan itu adalah surga”.


Dan adapun jiwa, maka alangkah hinanya dia! dan alangkah celakanya dia! serta alangkah binasanya dia bila dia tidak mencari apa yang ada di sisi Allah dan membela dienullah!


Demi Allah kita tidak akan menjadi mujahidin bila kita kikir dengan jiwa kita atau harta kita, demi Allah kita tidak akan menjadi orang-orang yang jujur bila kita tidak mendermakannya untuk meninggikan kalimat Allah dan membela dienullah.


إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ


“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” [At Taubah: 111]


Peganglah selalu senjata wahai Bala Tentara Daulah! Terjunlah terus kalian dalam pertempuran! Janganlah kalian terpesona atau menjadi lemah, dan hati-hatilah! Sungguh dunia telah mendatangi kalian dengan begitu saja, tendanglah dunia itu dengan kaki kalian, dan injaklah dengan telapak kaki kalian, serta tinggalkan jauh di belakang kalian, karena apa yang ada di sisi Allah itu adalah lebih baik lagi lebih kekal.


Sesungguhnya umat Islam; memperhatikan jihad kalian dan pertempuran kalian dengan mata harapan, dan sesungguhnya kalian di berbagai belahan bumi memiliki saudara-saudara yang sedang ditindas dengan berbagai penyiksaan; kehormatan-kehormatan dinodai, darah-darah ditumpahkan, para tawanan merintih lagi berteriak meminta pertolongan, anak-anak yatim dan para janda mengadukan penderitaan, para korban meratapi, masjid-masjid dikotori, kehormatan-kehormatan dilegalkan, dan hak-hak dirampas lagi perkosa; di Cina, India, Palestina, Somalia, di Jazirah Arab, Kaukasus, Syam, Mesir, Iraq, di Indonesia, Afghanistan, Filipina, di Ahwaz dan Iran, di Pakistan, Tunisia, Libia, Al Jazair dan Maroko, di Belahan Timur dan Barat dunia; maka semangatlah dan semangatlah wahai bala tentara Daulah Islamiyyah! Dikarenakan saudara-saudara kalian di setiap belahan bumi menunggu pertolongan kalian, mereka menunggu pasukan-pasukan kalian, dan cukup bagi kalian apa yang telah sampai kepada kalian berupa pembantaian-pembantaian di Afrika Tengah, dan sebelumnya di Burma, sedangkan apa yang terselubung adalah lebih dasyat, maka DEMI ALLAH kami benar-benar AKAN MEMBERIKAN PEMBALASAN! DEMI ALLAH kami benar-benar AKAN MEMBERIKAN PEMBALASAN walaupun nanti kami benar-benar AKAN MEMBERIKAN PEMBALASAN! Dan sungguh kami akan membalas satu sha’ dengan balasan yang lebih dan satu takaran dengan takaran yang lebih banyak.


وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنتَصِرُونَ


“Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan lalim mereka membela diri.” [Asy Syura: 39]


Sedangkan orang yang memulai itu adalah yang lebih dzalim, dan tidak akan lama lagi dengan izin Allah; sungguh orang muslim benar-benar akan berjalan di atasnya di setiap tempat sebagai tuan yang mulia lagi disegani, terhormat lagi terjaga kemuliaannya, tidak satu pihak-pun yang lancang terhadapnya kecuali dia pasti diberikan pelajaran, dan tidak ada tangan jahat yang berani menjamahnya melainkan dia pasti dipotong.



Ingatlah, HENDAKLAH DUNIA mengetahui: Sesungguhnya kami hari ini berada di zaman yang baru, ingatlah hendaknya orang yang lalai dia tersadar, ingatlah hendaknya orang yang tertidur dia bangun, ingatlah hendaknya orang yang terperangah lagi tersentak dia memahami; bahwa sesungguhnya kaum muslimin pada hari ini memiliki otoritas kebijakan yang tinggi lagi menggema dan memiliki pijakan-pijakan yang kokoh; otoritas kebijakan yang memperdengarkan kepada dunia dan memahamkan kepadanya makna irhab (teror), kaki-kaki yang menginjak hina berhala nasionalisme, dan menghancurkan patung demokrasi serta membongkar kepalsuannya, MAKA dengarkanlah wahai umat Islam, dengarkanlah dan pahami, berdirilah dan bangkit; sungguh telah tiba saatnya bagimu untuk membebaskan diri dari borgol-borgol kelemahan, dan bangkit melawan kejahatan para tirani; melawan para penguasa pengkhianat, antek-antek kaum salibis dan atheis serta para pelindung Yahudi.



Wahai umat Islam:


Dunia ini telah terpilah menjadi dua kubu dan dua parit yang tidak ada yang ketiga: Kubu Islam dan Iman dengan Kubu Kufur dan Nifaq, kubu kaum muslimin dan mujahidin di setiap tempat, dengan kubu Yahudi, Salibis dan sekutu-sekutu mereka yang disertai umat-umat dan agama-agama kafir lainnya, yang dipimpin oleh Amerika dan Rusia dan digerakkan oleh Yahudi.


Sungguh dahulu kaum muslimin telah porak poranda sesudah kejatuhan khilafahnya kemudian daulah mereka lenyap; sehingga orang-orang kafir bisa menghinakan kaum muslimin dan menindas mereka, menguasai mereka di setiap tempat, menjarah kekayaan alam dan aset-aset mereka, serta merampas hak-hak mereka; dan itu terjadi lewat jalan menginvasi mereka dan menduduki negeri-negeri mereka serta mengangkat para penguasa khianat yang menjadi antek mereka; yang memerintah kaum muslimin dengan api dan besi, seraya mereka mengibarkan slogan-slogan indah lagi menipu; seperti kemajuan, perdamaian, toleransi, kebebasan, demokrasi, sekulerisme, bath, nasionalisme, kebangsaan serta slogan-slogan palsu lagi dusta lainnya. Dan para penguasa itu masih terus berupaya serius untuk memperbudak kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari agama mereka dengan slogan-slogan itu; orang muslim hanya ada pilihan yaitu dia itu lepas dari agamanya dan kafir kepada Allah serta dia tunduk kepada undang-undang buatan barat dan timur yang syirik dengan segenap ketundukan dan kehinaan, serta dia hidup mengekor lagi hina juga dihinakan serta ikut-ikutan menyuarakan slogan-slogan itu, tercopot keinginannya lagi terlepas kemuliaannya, ATAU dia itu ditindas, diperangi dan diusir atau dibunuh atau dipenjara dan intimidasi dengan klaim tuduhan terorisme.


Sesungguhnya teror itu (dalam kamus mereka) adalah: engkau kafir kepada slogan-slogan itu dan iman kepada Allah, sesungguhnya teror itu adalah engkau berhukum kepada syari’at Allah, sesungguhnya teror itu adalah engkau beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang Dia perintahkan, sesungguhnya teror itu adalah engkau menolak sikap hina, tunduk, patuh dan pengekoran, sesungguhnya teror itu adalah orang muslim hidup merdeka, agung, mulia lagi sebagai muslim, sesungguhnya teror adalah engkau menuntut hak-hakmu dan tidak menarik diri darinya.


Bukanlah teror sikap membunuhi kaum muslimin, membakari rumah-rumah mereka di Burma, dan memotong-motong badan mereka di Filipina,Indonesia dan Kasymir serta membedel perut-perut mereka.


Bukanlah tindakan teror bila kaum muslimin dibunuhi dan diusir di Kaukasus, bukanlah tindakan teror pembuatan kuburan massal di Bosnia Herzegovina dan anak-anak mereka dikristenkan, bukanlah tindakkan teror bila rumah-rumah kaum muslimin dihancurkan di Palestina, tanah-tanah mereka dirampas, kehormatan-kehormatan mereka dinodai, dan kesucian-kesucian mereka dikotori, bukan tindakan teror bila mesjid-mesjid di Mesir dibakari, dan rumah-rumah kaum muslimin dirobohkan, serta para wanita yang suci diperkosa, dan juga para mujahidin di Sinai dan tempat lainnya diberangus.


Bukan tindakan teror bila kaum muslimin disiksa dengan penyiksaan yang sadis, dibombardir, dihinakan, direndahkan serta dihalangi dari hak-hak mereka yang paling kecil di Turkistan Timur dan di Iran. Bukanlah teror bila penjara-penjara di setiap tempat dipenuhi kaum muslimin, bukanlah tindakan teror bila kesucian dan hijab dilarang di Prancis dan negara lainnya, dan juga kecabulan, kenistaan serta perzinaan disebarkan. Bukanlah tindakan teror bila Rabbul ‘Izzah (Allah) dihina, dan dien ini dihujat serta Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dinistakan.


Bukanlah tindakan teror bila kaum muslimin disembelihi di Afrika Tengah, mereka disembelih bagaikan kambing, sedangkan tidak ada seorangpun yang menangisi dan mengecam, semua ini bukan tindakan teror, akan tetapi kebebasan, demokrasi, perdamaian, keamanan dan toleransi, maka cukuplah Allah bagi kita dan Dia-lah sebaik-baiknya penolong.


وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ


“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” [Al Buruj: 8]


Wahai kaum muslimin di setiap tempat:


Berbahagialah dan bercita-citalah yang baik, serta angkatlah kepala kalian tingi-tinggi, dikarenakan pada hari ini kalian dengan karunia Allah telah memiliki Negara dan Khilafah yang akan mengembalikan kemuliaan dan kejayaan kalian, serta mengembalikan hak-hak kalian dan keberkuasaan kalian, Daulah yang mempersaudarakan di dalamnya antara orang ajam dengan orang arab, atara orang kulit putih dengan orang kulit hitam, antara orang timur dengan barat, kekhalifahan yang menyatukan orang Kaukasus, India, Cina, Syam, Iraq, Yaman, Mesir, Maroko, Amerika, Prancis, Jerman, dan Australia. Allah telah menyatukan di antara hati mereka sehingga dengan karunia Allah mereka menjadi bersaudara yang saling mencintai karena-Nya lagi berdiri sama di satu parit, saling membela, saling melindungi, saling menebus, darah mereka telah menyatu di bawah satu panji, satu tujuan, satu kubu, seraya menikmati lagi bersenang-senang dengan nikmat ini; nikmat ukhuwwah imaniyyah yang seandainya rasa nikmatnya dirasakan oleh para raja, tentulah mereka pasti meninggalkan kekuasaan mereka dan memerangi mujahidin untuk merebutnya, maka segala puji dan syukur hanya milik Allah.


Maka marilah kalian semua menuju Daulah kalian wahai kaum muslimin, ya Daulah kalian; ayo marilah; Suriah itu bukan untuk orang-orang Suriah dan Iraq itu bukan untuk orang-orang Iraq;


إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ


“Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al A’raf: 128]


Daulah ini adalah Daulah kaum muslimin, dan bumi adalah bumi kaum muslimin, seluruh kaum muslimin.


WAHAI kaum muslimin di SETIAP TEMPAT, siapa yang mampu hijrah ke Daulah Islamiyyah, maka hendaklah dia berhijrah, karena hijrah ke Darul Islam itu adalah wajib,


Allah Ta’ala berfirman:


إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيرًا


“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,” [An Nisa: 97]


Maka larilah kalian wahai kaum muslimin dengan membawa agama kalian kepada Allah dengan berhijrah:


وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا


“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisa: 100]


Dan kami mengkhususkan ajakan kami kepada para pencari ilmu, para fuqaha dan para du’at, terutama para qadli dan para pemilik keahlian; baik itu kemiliteran, manajemen, sosial pelayan, para dokter dan insinyur dalam segala bidang keahlian, kami mengajak mereka semua untuk datang dan kami mengingatkan mereka agar takut kepada Allah; dikarenakan berangkat jihad itu adalah wajib ‘ain atas mereka, dikarenakan kaum muslimin sangat membutuhkan kepada mereka, dikarenakan manusia itu jahil terhadap urusan dien mereka dan sangat haus kepada orang yang mengajari dan memberikan pemahaman kepada mereka, maka takutlah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah.


Wahai bala tentara Daulah Islamiyyah:


Janganlah kalian terpana dengan banyaknya jumlah musuh-musuh kalian, dikarenakan Allah bersama kalian, sedangkan saya ini tidak mengkhawatirkan atas kalian musuh dari selain diri kalian, dan saya tidak mengkhawatirkan atas kalian kesusahan atau kefakiran, dikarenakan Allah Ta’ala telah memberikan jaminan kepada Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Dia tidak akan membinasakan kalian dengan kelaparan atau menguasakan atas kalian musuh yang menghabisi kalian semua, dan Dia telah menjadikan rizki kalian di bawah payung tombak-tombak kalian, namun yang saya khawatirkan atas kalian adalah dari diri kalian; yaitu dosa kalian dan jiwa kalian.


Maka taatlah dan janganlah kalian saling bertentangan, sepakatlah dan jangan berselisih, dan bertaqwalah kalian kepada Allah dalam kondisi sendirian maupun di hadapan umum, pada dhahir kalian dan bathin kalian, jauhilah maksiat, dan keluarkanlah dari barisan-barisan kalian orang yang terang-terangan melakukan maksiat. Jauhilah sikap ujub, bangga diri dan angkuh, janganlah kalian terlena dengan sebagian kemenangan-kemenangan kalian, bersimpuhlah di hadapan Allah dan tundukkanlah diri kepada-Nya, janganlah kalian angkuh terhadap hamba-hamba Allah, dan janganlah kalian menyepelekan musuh-musuh kalian bagaimanapun banyaknya kekuatan kalian dan bertambahnya jumlah kalian.


Saya pesan kepada kalian agar baik-baiklah kepada kaum muslimin dan suku-suku ahlus sunnah, begadanglah kalian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan mereka, dan jadilah kalian orang-orang yang membantu mereka, balaslah keburukan mereka dengan kebaikan, lemah-lembutlah kepada mereka, kedepankanlah sikap pemberian ampunan dan maaf, bersabarlah, tabahlah dan ribathlah, dan ketahuilah bahwa kalian hari ini adalah penjaga dien dan pelindung barisan Islam, dan bahwa di hadapan kalian akan ada banyak pertempuran dan perang besar, dan sesungguhnya kondisi paling utama yang mana darah kalian ditumpahkan di dalamnya adalah; dalam membebaskan tawanan-tawanan kaum muslimin, di bawah benteng-benteng penjara para thaghut, maka persiapkanlah perlengkapan kalian, bekalilah diri dengan taqwa, serta selalulah kalian membaca Al Qur’an, mentadabburinya serta mengamalkannya.


Inilah pesan saya buat kalian; bila kalian mengkomitmeninya, maka sungguh benar-benar kalian akan menaklukkan Roma dan kalian benar-benar akan menguasai bumi in Syaa Allah.


رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ


“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).” [Ali ‘Imran: 53]


رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al Baqarah: 286]


Penterjemah berkata: Selesai dialihbahasakan pada tanggal 4 Ramadhan 1435H


oleh Abu Sulaiman Al Arkhabiliy di LP Kembang Kuning Nusakambangan.


millahibrahim[dot]wordpress[dot]com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pesan Amirul Mukminin Kepada Mujahidin Dan Umat Islam Di Bulan Ramadhan"

Post a Comment