KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Hautsi menghalangi warga melaksanakan shalat Tarawih di lima provinsi yang mereka kuasai di Yaman. Adzan sholat Maghrib dan Subuh juga dilarang, karena tidak sesuai dengan keyakinan mereka.
Dilansir dari Al-Mokhtsar.com, Rabu (02/07), situs Anshar Tsaurah yang dikelola oleh kantor Jenderal Ali Muhsin Al-Ahmar, penasihat Presiden Yaman Abdul Rabbah Manshur, melaporkan bahwa para pemberontak Hautsi menutup masjid-masjid di lima provinsi yang mereka kontrol. Situs online itu menambahkan, hal itu lantaran pengikut Syiah Hautsi berkeyakinan bahwa shalat Tarawih hukumnya haram.
Tidak hanya itu, lanjutnya, mereka juga melarang kumandang adzan Subuh dan Maghrib di daerah Tsala, provinsi Imran. Mereka memaksa masjid-masjid di daerah itu menggunakan waktu shalat menurut keyakinan mereka sendiri, yang sangat berbeda dengan waktu yang selama ini dipakai warga.
Sementara itu di provinsi Jauf, para milis Hautsi melancarkan aksi penangkapan terhadap warga sipil sehingga memicu bentrokan. Warga itu ditangkap atas tuduhan sebagai anggota Al-Qaidah.
Akan tetapi, sejumlah sumber menyebutkan bahwa penangkapan itu buntut dari aksi protes warga yang dihalangi melaksanakan shalat Tarawih. Mereka memprotes tindakan milisi Hautsi yang membubarkan setiap perkumpulan warga yang hendak melaksanakan Tarawih.
Perlu diketahui, pengikut Syiah berkeyakinan bahwa shalat Tarawih berjama’ah merupakan perbuatan bid’ah. Mereka juga memiliki waktu shalat sendiri yang sangat berbeda dengan waktu yang telah ditentukan Ahlu Sunnah.
Editor: Hunef
Sumber: Al-Mokhtsar.com
The post Syiah Hautsi Halangi Warga Yaman Shalat Tarawih appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Syiah Hautsi Halangi Warga Yaman Shalat Tarawih"
Post a Comment