Syaikh Al Wuhaisy, Salah Satu dari 5 Tokoh Kunci AQAP (2)

Kita telah mengetahui bahwa Syaikh Al-Wuhaisy-lah yang memberikan era baru bagi AQAP (Al-Qaeda in Arabian Peninsula), serta menjadikannya lebih maju, rapi, teratur dan lebih bersemangat dari sebelumnya. AQAP dibawah kepemimpinannya mampu melancarkan sejumlah rangkaian serangan yang berkualitas, terutama serangan terhadap kedutaan besar AS di Shan’a pada tahun 2008 dan operasi yang dilakukan di Arab Saudi. Tonggak baru ini dimulai setelah beliau berhasil lolos dari penjara keamanan politik di Shan’a. Beliau merupakan salah satu dari 23 orang yang berhasil lepas dari penjara bulan Februari 2006 silam, tepatnya satu minggu setelah deklarasi Amerika.


Atas peristiwa ini, beliau menjadi buronan dan bahkan dijadikan target pembunuhan. Pada tanggal 24 Desember 2009, beliau menjadi target serangan udara AS di provinsi Shabwa. Sumber-sumber resmi mengatakan, beliau telah tewas bersama dengan ulama Amerika di Yaman, Anwar Al-Awlaki dan seorang ulama Saudi, Sa’id Al-Shihriy. Akan tetapi, informasi itu dibantah dengan penegasan bahwa beliau masih hidup. Operasi ini dilakukan sebagai operasi balasan atas operasi yang gagal atas pembajakan sebuah pesawat terbang AS dari Amsterdam ke Detroit, yang dilakukan oleh seorang pemuda Nigeria yang terlatih dan bekerja untuk AQAP.


Sebenarnya pada awal-awal pembangunan kembali AQAP, terkesan berjalan begitu lambat. Hal ini karena belum jelasnya posisi Syaikh Al-Wuhaisy dalam memimpin semua amaliyat yang dilakukan organisasi, apakah secara keseluruhan ataukah sebagian. Ini terjadi sebelum pengumuman resmi diangkatnya beliau sebagai amir atau qaid dari “Al-Qaidah di Yaman” pada bulan Juni 2007.


Sebagai bukti dari kedekatan, eksistensi dan relevansinya dengan Syaikh bin Laden, Syaikh Al-Wuhaisy menunjukkan rasa simpati kepada salah satu komandan Al-Qaeda yang syahid di Pakistan, Abu Laith Al-Libiy di sejumlah edisi buletin bernama “Shadayul Malaahim”. Bentuk rasa simpati beliau ini menjelaskan, bahkan membuktikan kenapa beliau terpilih menjadi Amir Tandzim AQAP pada tahun 2007. Di awal pernyataanya Al-Wuhaisyi menetapkan nama-nama personal Al-Qaeda yang terbunuh, termasuk di dalamnya Abu Hafs, Abu Ubaidah dan Abu Ali Al-Harthy.


Secara implisit, tugas beliau sebenarnya tidak hanya berbicara tentang pemimpin jamaah di Libya. Namun hal ini untuk menunjukkan hubungan kedekatannya dengan para pemimpin Al-Qaidah generasi awal. Ketika itu beliau masih senantiasa berada di samping Syaikh bin Laden di Afghanistan. Kemudian kedekatan beliau yang terakhir adalah sebagai sekretaris pribadi dan pengawal Syaikh bin Laden hingga tahun 2002. Lalu beliau meninggalkan tugas itu karena bersembunyi di perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan.


Keberhasilan Syaikh Al-Wuhaisy telah kita ketahui bersama berkat bantuan dari sahabat dan orang kepercayaan beliau yang bernama Qasim Al-Rimiy atau yang dikenal dengan nama Abu Hurairah As-Shan’ani. Orang kepercayaan beliau ini selain menjadi pendamping ketika melarikan diri dari penjara Shan’a, dia juga mempunyai dua peran besar dalam pembangunan kembali dan penguatan Al-Qaedah cabang di Yaman (AQAP), setelah pemerintah Arab Saudi yang bekerja sama dengan badan-badan intelijen AS dan Yaman berhasil dalam melemahkan kinerja tandzim setelah peristiwa 11 September 2001.


Bahkan yang menjadi alasan terkuat kenapa AS menutup kedutaan besarnya di sejumlah negara Arab adalah karena takut kantor-kantor duta besar mereka akan diledakkan, sehingga menimbulkan korban yang besar dari pihak AS. Nama Al-Wuhaisy dikaitkan dengan banyaknya operasi yang menargetkan pasukan AS serta sebagai pihak yang mampu menggagalkan kepentingan AS di Yaman.


Syaikh Al-Wuhaisy pernah mengeluarkan statementnya di sejumlah buletin Sayadul Malahim,”Jihad hukumnya wajib secara syar’i dan Allah menjadikannya fadhu ‘ain”.Tidak ada tawar menawar dalam sikap dan statement yang diambil Syaikh Al-Wuhaisy ini. Justru sikap ini digunakan sebagai dasar dalam organisasi Al-Qaidah di Yaman selama kepemimpinan Syaikh Al-Wuhaisy.


Untuk membuktikan bahwa Syaikh Al-Wuhaisy memang menginduk dan mempunyai relevansi dengan tandzim yang dipimpin bin Laden, dipostinglah beberapa video di internet. Video itu berisi keikutsertaan Syaikh Al-Wuhaisy beserta pengikutnya untuk menyerang semua negara yang ikut andil dalam peperangan di negeri-negeri Muslim serta instansi pemerintah dan keamanan di Timur Tengah. Bahkan Syaikh Al-Wuhaisy berani berkata,”Kami akan menyerang Anda dengan serangan yang tidak dapat Anda bayangkan”.


Syaikh Al-Wuhaisy menambahkan bahwa AQAP telah dilengkapi dengan 12 ribu pejuang jihad yang siap untuk menaklukkan Al-Quds, tempat suci ketiga umat Islam. Ini adalah sebuah angka dengan jumlah pasukan yang terlampau jauh jika dibandingkan dengan sumber-sumber resmi yang ada. Menteri Luar Negeri Yaman, Abu Bakar Al-Qurbi pernah meremehkan AQAP dan mengatakan bahwa jumlah pasukan AQAP tidak sampai lebih dari 300 orang.


Seorang peneliti spesialis AS yang konsen mengamati Al-Qaeda di Yaman, Gregory D. Johnsen menyatakan bahwa sejak kepemimpinan Al-Wuhaisy, sel-sel Al-Qaeda menjadi lebih “self-propelled” atau senantiasa dan mampu bergerak sendiri serta telah beranak pinak. Menurut Foreign Policy, “Wuhayshi telah terbukti menjadi seorang politisi yang terampil dan inovatif, seringkali keras terhadap musuh.” The Boston Globe Gregory D. Johnsen pada tahun 2007 menggambarkan Al-Wuhaisy sebagai simbol Al-Qaeda “Dia lebih muda dan lebih banyak memiliki anggota yang keras”.


Syaikh Al-Wuhaisy adalah salah satu dari 5 tokoh kunci AQAP. Keempat tokoh lainnya yaitu:


1. Qasim Al-Raymi sebagai komandan militer


2. Ali Al-Shihri sebagai wakil Emir AQAP


3. Anwar Al-Awlaki sebagai penasehat


4. Ibrahim Hassan al-Asiri sebagai ahli bahan peledak


Dari berbagai keberhasilan yang dicapai oleh Syaikh Al-Wuhaisy dalam kepemimpinannya di AQAP, keberhasilan yang paling menonjol adalah kemampuannya untuk menyatukan Al-Qaeda di Yaman dan Arab Saudi pada tahun 2009. Menggabungkan dengan nama baru “AQAP” (Al-Qaeda in Arabian Peninsula).


Penulis: Dhani el-Ashimy


Sumber: alahale.net, albawabhnews.com, france24.com, un.org, csmonitor.com


The post Syaikh Al Wuhaisy, Salah Satu dari 5 Tokoh Kunci AQAP (2) appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syaikh Al Wuhaisy, Salah Satu dari 5 Tokoh Kunci AQAP (2)"

Post a Comment