KIBLAT.NET, Sinai – Presiden Mesir, Abdul Fatah Al-Sisi, Jumat malam (24/10), mengumumkan keadaan darurat di wilayah utara provinsi Sinai. Hal ini diumumkan setelah 29 tentaranya tewas dalam serangan mematikan di wilayah utara Mesir itu.
Al-Sisi meningkatkan status ini setelah menggelar pertemuan dengan Dewan Pertahanan Nasional usai serangan mematikan tersebut. Hasil pertemuan itu menyepakati diberlakukannya keadaan darurat di sejumlah daerah di Sinai selama tiga bulan. Keadaan ini mulai berlaku pada Sabtu pagi waktu setempat.
Daerah yang terkena pemberlakuan keadaan ini mulai dari daerah Tel Rafah hingga ke jalur internasional di perbatasan dan di kota Awja, dari barat kota Al-Arish hingga pegunungan Halal, sementara di wilayah utara mulai dari barat Al-Arish hingga tepi pantai dan juga ke perbatasan internasional di Rafah. Dari wilayah selatan, berlaku mulai dari pegunungan Halal hingga kota Al-Ujah.
Termasuk dari kesepakatan itu adalah memberlakukan jam malam di daerah-daerah yang terkena status darurat.
Dua bom meledak di pos pemeriksaan militer di utara Semenanjung Sinai yang bergolak. Puluhan tentara dilaporkan tewas dan terluka dalam serangan Jumat tersebut.
Sejumlah media internasional mengungkapkan bahwa serangan ini paling mematikan terhadap pasukan keamanan Mesir sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Mursi tahun lalu.
Dilansir dari Al-Arabiya, bom pertama menghantam pos pemeriksaan. Beberapa jam kemudian, bom kedua meledak diiringi dengan letusan peluru yang diberondong oleh kelompok bersenjata.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru tersebut.
Sumber: Sky News Arabia/Al-Arabiya
Penulis: Hunef
The post 29 Tentaranya Tewas, Mesir Berlakukan Keadaan Darurat di Sinai appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "29 Tentaranya Tewas, Mesir Berlakukan Keadaan Darurat di Sinai"
Post a Comment