Atribut Natal Bisa Pengaruhi Psikologi

KIBLAT.NET, Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pakaian yang dikenakan seseorang akan berpengaruh pada psikologisnya. “Pasti akan terpengaruh dan dipengaruhi oleh pakaian dan simbol-simbol yang dia pakai,” ungkap Ketua Bidang Pendidikan MUI Anwar Abbas pada Republika, Sabtu (13/12).


Pernyataan Anwar ini didasari penelitian bertajuk Enclothed Cognitition yang dilakukan dua orang pakar bernama Hajo dan Galinsky. Kedua orang ini meneliti tentang pengaruh pakaian terhadap proses psikoligis seseorang.


Kesimpulan dari penelitian tersebut ialah pakaian dapat memengaruhi perasaan, pikiran serta respon pemakainya. Karena itu, dikhawatirkan pengenaan atribut keagamaan terhadap pemeluk agama lain dapat mempengaruhi psikologis orang tersebut.


Selain itu, Anwar juga mengkhawatirkan adanya pemaksaan pengenaan atribut Natal pada karyawan Muslim dapat berdampak negatif terhadap kerukunan beragama. Jika pemaksaan terjadi, akan ada potensi kerusakan dalam hubungan baik antar umat yang sudah terbangun selama ini. Bukan tidak mungkin timbul kecurigaan akan adanya maksud-maksud tertentu di balik pengenaan atribut tersebut.


“Akan mengundang kecurigaan akan adanya usaha dan upaya kristenisasi terhadap mereka yang sudah beragama Islam,” jelas Anwar.


Karena itu, Anwar menghimbau agar tidak ada lagi pemaksaan terhadap karyawan untuk mengenakan atribut keagamaan yang tidak diyakininya untuk menjaga kerukunan beragama. “Agar di tengah-tengah masyarakat tercipta kerukunan dan kedamaian,” ujar Anwar.


Hal senada diungkapkan, sekretaris Umum Persatuan Islam (Persis) Irfan Syafruddin. Ia mendesak para pengusaha untuk tidak memaksa karyawan muslim menggunakan atribut Natal. Menurutnya, tidak boleh ada pemaksaan terhadap karyawan terkait keyakinan.


“Jadi jangan dicampuradukkan antara toleransi dan ibadahnya,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah harus melindungi pekerja yang dipaksa untuk menggunakan atribut kepercayaan agama lain. Sebab, kata dia, hal tersebut tidak ada dalam surat perjanjian kerja kedua belah pihak. “Kewajiban pemerintah menegakkan aturan itu, (karyawan memakai atribut natal) itu karena keterpaksaan dan kelemahan,” ujarnya.


Sumber: Republika
Penulis: Qathrunnada


The post Atribut Natal Bisa Pengaruhi Psikologi appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Atribut Natal Bisa Pengaruhi Psikologi"

Post a Comment