Cokelat itu Jahat, Benarkah?

Dewasa ini banyak yang menganggap bahwa cokelat adalah makanan yang tinggi lemak dan gula. Akibatnya, banyak yang beranggapan cokelat menyebabkan obesitas dan karies gigi. Ternyata hal ini tidak benar. Obesitas pada anak-anak maupun pada usia dewasa bukan disebabkan karena konsumsi cokelat, melainkan konsumsi makanan dengan tinggi gula dan lemak. Dua zat gizi ini biasanya didapatkan dari makanan-makanan yang tidak sehat, semisal gorengan.


Dalam cokelat terkandung berbagai vitamin, mineral, asam lemak, dan antioksidan (fenol dan katekin). Dimana antioksdidan ini mampu menangkal radikal bebas serta penuaan dini. Maka benarlah kalau ada yang bilang bahwa coklat dapat membuat orang menjadi senang. Tapi, apakah semua cokelat mempunyai kandungan ini? Berikut ini uraian dari berbagai jenis cokelat yang ada di pasaran saat ini:


Unsweetened chocolate. Cokelat ini tidak dapat dikonsumsi secara langsung. Disebut juga baking chocolate atau cooking chocolate. Coklat jenis ini digunakan sebagai ingridien membuat kue, brownies, dan cookies. Mempunyai rasa yang pahit dan flavor cokelat kuat, tersusun oleh cocoa liquor murni dan ada juga yang ditambahkan beberapa komponen lemak.


Dark chocolate. Berbeda dengan Unsweetened chocolate, cokelat jenis ini sudah ditambahkan gula dan lemak nabati lain dalam jumlah yang sedikit. Sehingga, cokelat jenis ini dapat dikonsumsi langsung, namun juga dapat digunakan sebagai ingridien masakan. Mempunyai rasa pahit. Mengandung minimal 35% chocolate solid. Kaya antioksidan fenol dan katekin untuk menghambat radikal bebas dan penuaan dini. Bagi penggemar berat cokelat, biasanya akan lebih memilih Dark chocolate dibandingkan dengan cokelat yang lain untuk dikonsumsi langsung.


Milk chocolate. Ada juga yang menyebutnya white chocolate atau coklat putih. Produk ini sebenarnya tidak tepat kalau disebut sebagai coklat. Sebab cokelat ini adalah produk olahan kombinasi solid chocolate dengan susu (susu bubuk, susu cair, atau susu kental manis), dimana lebih banyak kandungan susunya dari pada coklatnya. Rasanya manis, aroma cokelat susu, kandungan antioksidannya lebih sedikit daripada dark chocolate, sebab mengandung 10-25% chocolate liquor atau chocolate solid.


Couverture. Tidak banyak masyarakat yang mengenal jenis cokelat ini (kecuali para penggemar cokelat). Cokelat jenis ini mempunyai kandungan cocoa butter yang tinggi, tidak kurang dari 32-39%. Kandungan cocoa butter yang tinggi ini menyebabkan titik leleh coklat rendah.Sehingga memiliki karakteristik mudah meleleh di dalam mulut.


Compound. Bagi yang suka mengkonsumsi Couverture namun tidak cocok dengan harganya, ada cokelat alterbative yaitu compound. Seperti couverture namun harganya lebih murah. Produk cokelat ini merupakan produk olahan kombinasi cocoa powder atau liqour dan lemak nabati sebagai pengganti cocoa butter.


Cocoa powder. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai cokelat bubuk. Cokelat jenis ini banyak digunakan dalam proses baking dan pembuatan minuman.


Melihat kandungan dari cokelat diatas, maka konsumsi cokelat sebenarnya tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, selama porsi yang dikonsumsi tidak berlebihan (kaidah ini berlaku untuk semua makanan). Untuk menambah zat gizi saat mengkonsumsi cokelat, dapat ditambahkan potongan buah atau es krim.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cokelat itu Jahat, Benarkah?"

Post a Comment