Kumpulan Perkataan dan Nasehat Syaikh Abdullah Azzam Rahimahullah (Bagian 1)

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Tulisan ini terdiri dari berbagai kutipan dari Al-Imam Abdullah Azzam – seorang pria yang benar-benar layak mendapat julukan Imam. Bagaimana tidak, selain menjadi seorang Ulama dan Mujahid, beliau juga mengambil peran yang sangat langka menjadi Murabbi (pendidik) brilian – wawasannya sangat dalam, ditambah dengan puluhan pengalaman di bidang Dakwah dan Jihad, membuat beliau menjadi aset tak ternilai untuk pemuda di masanya dan di masa mendatang.


Jadi, kami akan hadirkan di sini berbagai kata-kata nasihat dan cerita yang diambil dari karya-karya beliau baik yang ditulis maupun yang direkam sehingga kita dapat mengambil manfaat dari warisan beliau, Insya Allah.


Al-Qur'an:


"Hendaklah kalian memperbanyak menghafal Al-Qur'an -Pilarnya hati, penerang dada, penghapus kesedihan. Dan periode ini adalah periode menghafal Al-Qur'an. Saya (Syaikh Abdullah Azzam) akan mulai menghafal dan mendapatkan banyak manfaat darinya pada hari pelatihan saya pada tahun 1969 (ketika pertempuran di Palestina). Saya mendapatkan banyak manfaat dari menghafal Al-Qur'an, dan pada periode itu hati saya dipenuhi semangat dan murni. Sehingga, sangat mudah bagi kalian untuk menghafal, sangat mudah.. ya sangat mudah. Saya memiliki Mushaf berukuran besar, dan selama waktu di mana saya berjaga-jaga di malam hari (ribath), saya akan mengulangi apa yang telah dihafal pada siang hari. Jika saya salah mengucapkan kata. Saya akan membukanya, dan saya akan membacanya dengan menggunakan cahaya bulan. Sedangkan sekarang, saya bahkan tidak bisa melihat menggunakan cahaya matahari, jadi mintalah kepada Allah agar memperkuat penglihatan kita.


Cobalah untuk menghafal lima ayat Al-Qur'an setiap hari, dan mulai dengan Al-Anfal. "Setiap hari, setelah salat subuh, luangkan waktu kalian untuk menghafal Al-Qur’an. Hafalkan lima ayat dari surah Al-Anfal, dan mengulang lima ayat yang dihafal pada hari sebelumnya. Kalian akan dapat menghafal selama lima belas hari: tujuh puluh lima ayat, lima ayat setiap hari, ini seharusnya sangat mudah bagi kalian.


Saudara kita, Khalid Qablan – yang Syahid dua hari lalu di Khost, Abu Al-Walid, dari Riyad – dia Syahid pada hari Jumat, pada 02:30 sore saya mengunjungi saudara-saudaranya setelah kesyahidannya, tidak ada yang tahu bahwa ia telah mati syahid, dan semua orang yang di sekelilingnya mengatakan bahwa segala sesuatu tentangnya yang menunjukkan bahwa dia sedang mempersiapkan untuk akhiratnya. Mereka mengatakan bahwa ia memilih untuk berjaga-jaga dari tengah malam hingga 01:00 dinihari, agar ia dapat melakukan sholat malam sampai Fajr. Saat Fajr tiba dia yang melakukan panggilan adzan. Setelah selesai sholat Fajr, ia akan mulai Zikir pagi, dan aktifitas itu dia lakukan terus menerus (istiqomah). Dia juga melazimi puasa Senin dan Kamis – secara konsisten- dan puasa ayyamul Bid (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan), dan juga tidak melupakan puasa enam di bulan Syawal. Keluarganya juga mengatakan bahwa pada malam sebelum Jumat – dan itu adalah malam terakhir hidupnya – ia melakukan ribath sepanjang malam hingga 01:00, kemudian sholat tahajjud hingga Subuh, mengumandangkan Adzan Subuh, Solat dan berzikir pagi. Kemudian kita pindah ke lokasi pertempuran untuk hari itu.


Di perjalanan, ia membaca surah Al-Kahfi, dan mmperbanyak sholawat atas Nabi. Ketika kami tiba – rekannya dari Yaman becerita – "Saya bertanya apakah dia telah selesai membaca Al-Kahfi?," dan dia berkata: "Ya". Kemudian, kami mulai menembakkan mortir, dan qaddarullah, peluru mortir yang kesembilan belas meledak di dalam mortir. Potongan-potongan pecahan peluru menghujam tubuhnya. Dia tersentak hanya dua kali, kemudian menyerahkan jiwanya kepada Tuhan semesta alam."


(Tarbiyah Al-Jihadiyyah wal-Bina' ; 2 / hal 40-42)


Berikan pada manusia apa yang menjadi haknya:


"Dan berbagai sebutan mengisi kantongmu setiap kantong diberi label sesuai karakteristik, kantong ini diisi dengan label ‘Kafir’, dan setiap kali Anda melihat seseorang yang tidak disukai, Anda akan memberikannya label itu. Kantong lainnya diisi dengan label ‘Bid’ah’, dan kantong ketiga diisi dengan label ‘Fasiq’, dan lainnya diisi dengan labeh ‘Jahil’, dan lain sebagainya.


Ada satu keluarga di Peshawar yang tidak dapat menemukan pemutih baju di pasar, sehingga, mereka pergi mencari ke Islamabad untuk membeli pemutih ini, sehingga mereka akhirnya dapat menggunakannya untuk membersihkan pakaian mereka. Begitu juga kalian, kalian juga harus mencari pemutih; kalian membutuhkan kesuksesan dalam menemukan apa yang dapat membersihkan hati dan memurnikan bagian dalam kalian. Jika Anda adalah bagian dari sebuah kelompok Islam tertentu, maka berhati-hatilah dengan berasumsi bahwa semua kebenaran terletak pada kelompok Anda sendiri, dan bahwa semua kebohongan terletak dengan kelompok lain. Ada beberapa orang yang sebelumnya mengatakan: "Semua perkataan kami adalah benar, padahal mungkin saja memiliki kesalahan, sementara semua perkataan kelompok lain adalah keliru, padahal mungkin saja memiliki kebenaran." Ini adalah jenis pola pikir yang merusak persatuan! Berapa banyak kelompok telah terpecah, dan berapa banyak orang yang dekat satu sama lain menjadi berpisah karena pola pikir seperti itu?!


Berikan perhatian lebih pada hati Anda, berhati-hatilah membanggakan diri sendiri di atas orang lain, dan berhati-hatilah meremehkan orang lain. Berapa banyak orang-orang yang telah mengorbankan dirinya untuk kepentingan Agama ini – tetapi dia tetap merahasiakannya, hanya dia dan Allah semesta alam yang tahu- perkataannya diremehkan dan penampilannya diejek, akan tetapi bisa jadi dia telah memberikan sesuatu yang lebih untuk Agama ini dari yang pernah dilakukan oleh orang-orang seperti Anda? Jadi, berikanlah perhatian pada diri sendiri, dan semoga Allah mengasihi orang yang tahu batas dan tetap menjaga batasan-batasan tersebut. Orang-orang saleh adalah mereka yang mengakui keutamaan orang-orang yang berbuat kebaikan, khususnya para ulama, dan terutama mereka yang sudah lanjut usia, dan terutama orang tua mereka sendiri.


Jadi, saudaraku, cukuplah segala perbuatan baik kalian akan sia-sia jika kalian melihat amal kalian seolah-olah lebih besar dari orang lain, Allah SWT berfirman:


{Celakalah bagi orang –orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.} (Al-Muthaffifin; 1-3)


Sama seperti orang yang jika ia menyebutkan dirinya sendiri, ia hanya menyebutkan perbuatan baiknya, sementara jika dia menyebutkan orang lain, ia hanya menyebutkan kesalahan mereka, sebagaimana sabda Nabi Muhammad (SAW): "Salah satu dari kalian melihat setitik kecil kotoran di mata saudaranya, tapi tidak dapat melihat sepotong besar kotoran di matanya sendiri."


(At-targhib wat tarhib ; 3/hal 236) bersambung Insya Allah..


Sumber: http://ift.tt/1EaABa8


logo-muqawamah-189x177


MUQAWAMAH MEDIA TEAM


The post Kumpulan Perkataan dan Nasehat Syaikh Abdullah Azzam Rahimahullah (Bagian 1) appeared first on Muqawamah.com.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kumpulan Perkataan dan Nasehat Syaikh Abdullah Azzam Rahimahullah (Bagian 1)"

Post a Comment