AntiLiberalNews - Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir mengajak pengusaha muslim yang tergabung dalam Komunitas Tangan Di Atas (TDA) untuk berdagang dunia-akhirat.
Hal tersebut disampaikan dalam penutupan Pameran Pesta Wirausaha di Taman Mini Iandonesia Indah, Ahad, 5 April 2015, dengan mengambil tema “Berdagang Seperti Pejuang.”
Menurut Ust. Bachtiar yang akrab disapa Abi Bachtiar ini, umumnya pedagang itu hanya berpikir pendek: sekadar untung atau rugi. Sedangkan pebisnis lebih berani: lebih jauh investasi, punya visi lebih jauh.
Sementara pejuang lebih hebat lagi. “Orang-orang yang berdagang karena menegakkan kebenaran, itulah pejuang! Ini yang dimaksud high risk high gain,” papar Abi Bachtiar dikutip AQLPreneur menjelaskan maksud “Berdagang Seperti Pejuang.”
Sekjend Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini menambahkan, jika berdagang hanya untuk menjadi kaya, orang munafik juga bisa. “Tetapi kalau berdagang untuk membantu dan memikirkan orang miskin, itulah yang disebut pejuang,” lanjutnya.
Abi Bachtiar memberikan contoh profil saudagar kaya yang berjuang untuk orang miskin, yakni Sulaiman Al Rajhi. Dengan jumlah kekayaan mencapai 7.7 billion USD ia menduduki no 120 orang terkaya di dunia.
“Namun, ia orang terkaya dunia yang bergaya hidup sederhana dan berjiwa kasih pada orang miskin,” ungkap Abi Bachtiar.
Sosok saudagar pejuang dari Indonesia, yaitu Kyai Haji Samanhudi. Ia merupakan saudagar batik di pasar Lawean Solo, pendiri Sarekat Dagang Islam yang berjuang melalui parlementer, evolusioner dan non kooperatif terhadap kolonial.
“Indonesia saat ini membutuhkan sosok pengusaha seperti Kyai Samanhudi,” ujarnya.
Lebih jauh, Abi Bachtiar menceritakan sosok Ust. Ahmad Nuril, sahabat karibnya semasa di Pesantern Gontor. Peraih penghargaan ”Pahlawan untuk Indonesia 2014” versi MNCTV ini adalah seorang pelukis, yang telah banyak berjuang untuk orang miskin.
Mungkin omzetnya sudah mencapai trilyunan, tapi hidupnya sederhana, dan masih tinggal di kontrakan. Ust. Nuril hanya menggunakan 10% kekayaannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, 90% nya untuk orang miskin.
Abi Bachtiar Nasir memaparkan transaksi khafilah surga. Yang mengorbankan harta dan jiwa demi raih surgaNYA. Zero risk high gain bila bertransaksi dengan Allah, sesuai firmanNya QS At Taubah 9:111
“Kalo sudah siap jadi pejuang dagang, ingatlah Thariq Bin Ziyad,
Usai membakar semua kapal perang sehingga tidak terfikir kembali ke Tanah Air, Thariq Bin Ziyad berorasi: “Pasukan… Laut di belakang kalian…!!! Musuh di hadapan kalian…!!! Arah manakah yang kalian pilih…?!
Terakhir Abi Bachtiar menegaskan, “Janganlah mimpi mati di kampung, mimpilah mati di bumi hijrah karena berjuang. Menjadi pedagang untuk orang miskin. Menjadi pedagang yang menegakkan kebenaran.”
Acara puncak pesta wirausaha kali ini sungguh mengharukan. Ditutup dengan doa dan orasi takbir. Mudah-mudahan Indonesia bangkit bersama TDA. Abi Bachtiar siap bersinergi dengan TDA demi membangun perubahan Indonesia menjadi lebih baik.
Red : Maulana Mustofa
0 Response to "KH Bachtiar Nassir Beberkan Kisah Pedagang Dunia Akhirat"
Post a Comment