Pemimpin Suku Fulani Bantah Warganya Diculik Boko Haram

KIBLAT.NET, Borno – Pemimpin suku Fulani di Nigeria timur laut negara bagian Borno membantah laporan yang menyatakan 20 perempuan suku mereka telah diculik oleh pejuang Boko Haram.


“Kita perlu memberitahu dunia bahwa tidak ada penculikan seperti itu,” kata Musa Amadu, ketua Miyetti Allah Cattle Breeders Association of Nigeria (MACBAN), sebuah asosiasi peternak Nigeria kepada wartawan pada Jumat malam, di Borno (13/6).


“Perempuan dan anak perempuan kami masih aman,” katanya.


Pekan lalu, media melaporkan bahwa sekitar 20 perempuan Fulani telah diculik oleh pejuang Boko Haram, mereka meminta uang tebusan seharga 30 ekor sapi untuk pembebasan sandera.


“Kami merespon aporan ini cukup lama, karena kami melakukan serangkaian konsultasi dulu untuk menghindari keluarnya pernyataan yang saling bertentangan dan akan menghasilkan ketegangan,” kata Musa.


“Meskipun masyarakat kami nomaden sering bergerak mencari padang rumput, saya memiliki perwakilan di semua daerah pemerintahan lokal Borno. Kami memiliki Lamidos dan Ardos di semua daerah,” katanya.


“Kami menggunakan waktu untuk berkonsultasi dengan semua perwakilan dan tidak ada insiden penculikan. Saya percaya seluruh kehebohan adalah rekayasa beberapa orang.”


Lamidos dan Ardos adalah pemimpin dari orang-orang Fulani di lokasi yang berbeda di seluruh negeri.


Musa mengatakan bahwa semua perwakilan Fulani di perkotaan dan di perdesaan telah mengkonfirmasikan bahwa tidak ada perempuan yang diculik.


“Kami sama-sama melakukan cross check masyarakat kami, yang datang kembali dengan sapi dan keluarga mereka di bagian utara Nigeria dari bagian selatan negara itu, dan mereka menegaskan bahwa semuanya baik-baik saja,” tambahnya.


Pada pertengahan April, militan Boko Haram menyerbu sebuah sekolah tinggi di Borno, menangkap puluhan siswi ke truk sebelum membawa pergi.


Sementara itu, dalam wawancara yang dipublikasikan jihadology.net, salah seorang pejuang Boko Haram Abu Sumayyah membenarkan kelompoknya telah menangkap pelajar putri Kristen, sebagai upaya untuk menyelamatkan keluarga mereka yang ditahan oleh pemerintah Nigeria.


“Kami memiliki istri-istri dan anak-anak perempuan di tangan pemerintah. Kehormatan dan tubuh mereka dilecehkan. Tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka dan kami ingin menyelamatkan mereka,” tegasnya.


Abu Sumayyah juga meluruskan, bahwa kelompok mereka sebenarnya bernama Jamaah Ahlus Sunnah lid dakwah wal jihad. Adapun, nama Boko Haram (Barat haram) adalah julukan dari pihak pemerintah kepada kelompoknya yang melarang anak-anak Muslim diajari palajaran yang bertentangan dengan Islam di sekolah-sekolah dengan kurikulum pendidikan Barat.


“Anak-anak kaum muslimin mempelajari teori Darwin bahwa manusia itu berasal dari Kera, dan tidak ada kehidupan akhirat dan Hisab. Jika meninggal, nyawa (ruh) manusia akan berpindah ke tubuh yang lain. Mereka diajari kesucian Salib dan slogan-slogan agama Kristen. Dan juga, antara wanita dan laki-laki bercampur dan perbuatan tidak senonoh menyebar di antara mereka. Kami melarang belajar di tempat-tempat seperti itu,” tegasnya.


Editor: Qathrunnada


Sumber: Worldbulletin/jihadology


The post Pemimpin Suku Fulani Bantah Warganya Diculik Boko Haram appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemimpin Suku Fulani Bantah Warganya Diculik Boko Haram"

Post a Comment